ANALISIS FRAMING FENOMENA FAST BEAUTY OLEH CONTENT CREATOR INDONESIA PADA PLATFORM TIKTOK

Nahari, May Diana Putri (2025) ANALISIS FRAMING FENOMENA FAST BEAUTY OLEH CONTENT CREATOR INDONESIA PADA PLATFORM TIKTOK. Diploma thesis, Universitas Nasional.

[thumbnail of COVER.pdf] Text
COVER.pdf

Download (693kB)
[thumbnail of BAB 1.pdf] Text
BAB 1.pdf

Download (449kB)
[thumbnail of BAB 2.pdf] Text
BAB 2.pdf

Download (426kB)
[thumbnail of BAB 3.pdf] Text
BAB 3.pdf

Download (407kB)
[thumbnail of BAB 4.pdf] Text
BAB 4.pdf

Download (1MB)
[thumbnail of BAB 5.pdf] Text
BAB 5.pdf

Download (310kB)
[thumbnail of LAMPIRAN.pdf] Text
LAMPIRAN.pdf

Download (420kB)

Abstract

Fenomena fast beauty menggambarkan percepatan produksi dan distribusi produk
kecantikan secara masif dalam waktu singkat, yang memunculkan dinamika pro
dan kontra di ruang digital. TikTok, sebagai platform media sosial yang sangat
visual dan algoritmik, menjadi medium utama penyebaran wacana ini, terutama
melalui peran content creator. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis
bagaimana framing terhadap fenomena fast beauty dibentuk dalam konten TikTok
oleh kreator Indonesia, dengan menggunakan model framing Robert Entman yang
mencakup empat elemen: define problems, diagnose causes, make moral
judgments, dan treatment recommendation. Penelitian ini menggunakan
pendekatan kualitatif deskriptif-analitis dengan metode analisis isi. Teknik
pengumpulan data dilakukan melalui observasi non-partisipatif terhadap empat
akun TikTok (@clahayes, @inisiara, @karduz_, dan @dosen_fashyun) yang
merepresentasikan posisi pro dan kontra terhadap fast beauty. Data dianalisis secara
variatif-komparatif dengan mengidentifikasi struktur narasi masing-masing konten
berdasarkan empat elemen framing. Hasil penelitian menunjukkan bahwa framing
terhadap fast beauty dipengaruhi oleh posisi nilai dan pengalaman masing-masing
kreator. Akun @clahayes dan @dosen_fashyun membingkai fast beauty sebagai
praktik yang berisiko bagi konsumen dan lingkungan, menekankan pada kritik
terhadap pola konsumtif, kualitas produk, dan keberlanjutan. Sebaliknya, akun
@inisiara dan @karduz_ membingkai fast beauty sebagai bagian dari dinamika
industri yang wajar dan responsif terhadap tren, serta menilai bahwa masalah utama
justru terletak pada strategi internal brand yang tidak adaptif. Penelitian ini
menegaskan bahwa framing di media sosial bersifat kompleks, terbuka, dan
dipengaruhi oleh aktor-aktor non-media yang kini memiliki kekuatan dalam
membentuk wacana publik.

Item Type: Thesis (Diploma)
Subjects: H Social Sciences > HE Transportation and Communications
H Social Sciences > HN Social history and conditions. Social problems. Social reform
Divisions: Skripsi > Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik > Program Studi Ilmu Komunikasi
Depositing User: Delvy Aplirizani -
Date Deposited: 02 Feb 2026 02:56
Last Modified: 02 Feb 2026 02:56
URI: https://repository.unas.ac.id/id/eprint/14862

Actions (login required)

View Item View Item