Mahmud, Muhammad (2025) Kebijakan Luar Negeri Amerika Serikat Pada Masa Pemerintahan Joe Biden terhadap Penarikan Pasukan dari Afghanistan. Diploma thesis, Universitas Nasional.
|
Text
COVER.pdf Download (973kB) |
|
|
Text
BAB I.pdf Download (458kB) |
|
|
Text
BAB II.pdf Download (493kB) |
|
|
Text
BAB III.pdf Download (247kB) |
|
|
Text
BAB IV.pdf Download (535kB) |
|
|
Text
BAB V.pdf Download (751kB) |
|
|
Text
BAB VI.pdf Download (227kB) |
|
|
Text
LAMPIRAN.pdf Download (3MB) |
Abstract
Penelitian ini menganalisis kebijakan luar negeri Amerika Serikat (AS) di bawah pemerintahan Joe Biden terkait penarikan pasukan militer dari Afghanistan pada tahun 2021. Keputusan ini menarik perhatian karena AS telah terlibat di Afghanistan selama dua dekade yang memicu kontroversi dan pertanyaan mendasar mengenai, Bagaimana Kebijakan Luar negeri AS terhadap Penarikan Pasukan dari Afghanistan Masa Pemerintahan Joe Biden. Untuk menjawab pertanyaan tersebut, penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif-deskriptif dengan kerangka teoretis kebijakan luar negeri James N. Rosenau. Analisis dilakukan melalui tiga dimensi utama Rosenau. orientations, commitments, dan behaviors, serta empat variabel yang memengaruhi pengambilan keputusan: faktor idiosinkratik (kepribadian Biden), societal sources (opini publik dan media), governmental sources (dukungan institusi negara), dan systemic variables (pandemi COVID-19 dan rivalitas global). Kebijakan ini juga dianalisis dalam kerangka kepentingan nasional, baik sebagai konsep normatif (Rosenau) maupun sebagai upaya mempertahankan eksistensi negara (Morgenthau). Hasil penelitian menunjukkan bahwa orientasi kebijakan Biden bergeser pada fokus domestik, pengurangan keterlibatan militer di luar negeri, serta komitmen terhadap Perjanjian Doha. Implementasi penarikan berlangsung cepat dan menimbulkan dampak signifikan, seperti kembalinya Taliban berkuasa, perubahan drastis situasi keamanan Afghanistan, pergeseran pengaruh geopolitik, dan reaksi beragam dari komunitas internasional. Kebijakan ini juga dipengaruhi oleh faktor idiosinkratik (kepribadian Biden yang konsisten menolak perang berkepanjangan), faktor birokrasi dan opini publik (dukungan politik domestik dan tekanan publik), serta tekanan internasional (pandemi COVID-19 dan rivalitas AS–China). Kepentingan nasional AS menjadi landasan utama keputusan ini, dengan tiga motif pokok: efisiensi dan pengurangan beban anggaran negara, pertimbangan kemanusiaan untuk menghentikan korban jiwa, dan reorientasi sumber daya pada prioritas strategis lain. Penelitian menyimpulkan bahwa penarikan pasukan AS 2021 merupakan keputusan strategis yang dibentuk oleh interaksi variabel domestik dan internasional, serta selaras dengan kepentingan nasional AS. Keputusan ini menandai reposisi kebijakan luar negeri menuju efisiensi sumber daya, penguatan agenda domestik, dan adaptasi terhadap perubahan tatanan internacional.
| Item Type: | Thesis (Diploma) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Kebijakan Luar Negeri, Amerika Serikat, Penarikan Pasukan, Afghanistan, Joe Biden. |
| Subjects: | H Social Sciences > H Social Sciences (General) J Political Science > JZ International relations |
| Divisions: | Skripsi > Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik > Program Studi Hubungan Internasional |
| Depositing User: | Vira Desintha Larasati |
| Date Deposited: | 05 Jan 2026 04:23 |
| Last Modified: | 05 Jan 2026 04:23 |
| URI: | https://repository.unas.ac.id/id/eprint/14752 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
