MANAJEMEN ASUHAN KEBIDANAN BERKESINAMBUNGAN PADA NY. N DI KLINIK YUSMA MEDIKA KOTA BEKASI JAWA BARAT TAHUN 2023

Sasabone Restichia, Restichia (2023) MANAJEMEN ASUHAN KEBIDANAN BERKESINAMBUNGAN PADA NY. N DI KLINIK YUSMA MEDIKA KOTA BEKASI JAWA BARAT TAHUN 2023. Diploma thesis, UNIVERSITAS NASIONAL.

[img] Text
COVER.pdf

Download (3MB)
[img] Text
BAB 1.pdf

Download (405kB)
[img] Text
BAB 2.pdf

Download (1MB)
[img] Text
BAB 3.pdf

Download (1MB)
[img] Text
BAB 4.pdf

Download (492kB)
[img] Text
BAB 5.pdf

Download (389kB)
[img] Text
LAMPIRAN (DAFTAR PUSTAKA,LAMPIRAN-LAMPIRAN,LEMBAR AWAL HASIL TURNITIN).pdf

Download (10MB)

Abstract

Continuity of Care (COC) merupakan pemberian pelayanan berkesinambungan mulai dari kehamilan, persalinan, nifas, bayi baru lahir serta keluarga berencana yang dilakukan oleh bidan. Continuity of Care akan tercapai ketika terjalin hubungan yang terus menerus antara seorang wanita dan bidan. Tujuannya agar dapat mendeteksi dan menangani secara dini faktor risiko pada seorang wanita sejak hamil, bersalin, nifas sampai dengan bayi yang dilahirkannya serta melatih dalam melakukan pengkajian, menegakkan diagnosa secara tepat, antisipasi masalah yang mungkin terjadi, menentukan tindakan segera, melakukan perencanaan dan tindakan sesuai kebutuhan ibu dan mengevaluasi tindakan yang telah dilakukan. Dalam pelayanan asuhan kebidanan berkesinambungan pada Ny. N ibu hamil G1P0A0 diterapkan komplementer pada usia kehamilan 36 minggu berupa stretching dan senam hamil untuk mengatasi pegal-pegal yang dirasakan ibu serta mempersiapkan kondisi fisik selama hamil dan mempersiapkan persalinan, dimana stretching dan senam hamil yang dilakukan secara rutin terbukti dapat melatih fleksibilitas otot tubuh dan meringankan pegal yang dirasakan ibu hamil dan cukup berhasil dalam membantu meringankan proses persalinan. Pada persalinan kala I diterapkan pijat akupresur pada titik Li4 dan Sp6 untuk menurunkan tingkat nyeri persalinan yang dialami ibu, setelah dilakukan penekanan pada titik akupresur, nyeri yang dirasakan berkurang dari skala 9 nyeri berat menjadi skala 6 yang berarti nyeri sedang. Pada KF I dan KF II diberikan pijat oksitosin untuk melancarkan pengeluaran ASI yang dilakukan sebanyak 2 kali sehari, dimana frekuensi melakukan pijat oksitosin akan mempengaruhi kadar hormon prolaktin ibu dan ASI, sehingga pengeluaran ASI semakin lancar dan ibu merasa lebih nyaman serta percaya diri untuk menyusui. Pada KF I juga dianjurkan konsumsi putih telur rebus untuk percepatan penyembuhan luka perineum, karena dalam proses penyembuhan luka dibutuhkan nutrisi yang cukup, salah satunya adalah albumin yang memiliki protein terbanyak dalam plasma darah mencapai kadar 60% yang dapat digunakan untuk mempercepat pemulihan jaringan sel tubuh yang terbelah atau rusak. Pada asuhan neonatus diterapkan komplementer pijat batuk pilek yang dilakukan pada KN III sesuai dengan keluhan dari ibu dan pemeriksaan bidan, pijat dilakukan untuk mengatasi pilek yang dialami neonatus untuk memperlancar peredaran darah dan meningkatan daya imunitas, sehingga tubuh anak bisa sehat dan mengeliminasi virus atau bakteri penyebab batuk pilek pada balita. Continuity of Care yang dilakukan pada Ny. N dengan kunjungan 10 kali selama masa kehamilan, selama persalinan, bayi baru lahir, 4 kali kunjungan nifas dan 3 kali kunjungan neonatus tidak ditemukan penyulit, namun Ny. N dan By. Z mengalami ketidaknyamanan yang dapat diatasi dengan asuhan komplementer. Diharapkan sebagai bidan dapat mempertahankan dan meningkatkan mutu pelayanan kehamilan, persalinan, nifas serta pelayanan bayi baru lahir sesuai dengan ‘evidence based’ dan senantiasa memberikan kepuasan kepada klien dengan pelayanan yang berkualitas.

Item Type: Thesis (Diploma)
Subjects: R Medicine > RG Gynecology and obstetrics
Divisions: Skripsi > Fakultas Ilmu Kesehatan > Program Studi Bidan Pendidik
Depositing User: Hesti Ari Wardani
Date Deposited: 31 Aug 2023 03:58
Last Modified: 31 Aug 2023 03:58
URI: http://repository.unas.ac.id/id/eprint/8271

Actions (login required)

View Item View Item