HUBUNGAN TINGKAT STRES DAN AKTIVITAS FISIK DENGAN NYERI MENSTRUASI PADA REMAJA PUTRI DI KELURAHAN CIGANJUR JAKARTA

Salsabila, Anindya (2024) HUBUNGAN TINGKAT STRES DAN AKTIVITAS FISIK DENGAN NYERI MENSTRUASI PADA REMAJA PUTRI DI KELURAHAN CIGANJUR JAKARTA. Bachelor thesis, Universitas Nasional.

[thumbnail of 1. COVER - DAFTAR ISI.pdf] Text
1. COVER - DAFTAR ISI.pdf

Download (639kB)
[thumbnail of 2. BAB I.pdf] Text
2. BAB I.pdf

Download (228kB)
[thumbnail of 3. BAB II.pdf] Text
3. BAB II.pdf

Download (311kB)
[thumbnail of 4. BAB III.pdf] Text
4. BAB III.pdf

Download (252kB)
[thumbnail of 5. BAB IV.pdf] Text
5. BAB IV.pdf

Download (263kB)
[thumbnail of 6. BAB V.pdf] Text
6. BAB V.pdf

Download (213kB)
[thumbnail of 7. LAMPIRAN.pdf] Text
7. LAMPIRAN.pdf

Download (2MB)

Abstract

Pendahuluan: Remaja umunya akan mengalami menstruasi (menarche) pada usia 12 sampai 16 tahun. Dysmenorrhea dapat sangat mengganggu kegiatan dan aktivitas sehari-hari. Sebagian besar perempuan mengalami ketidaknyamanan di bagian bawah perut selama menstruasi. Stres merupakan kondisi psikologis yang disebabkan oleh berbagai faktor. Tingkatan aktivitas fisik dapat mempengaruhi risiko nyeri menstruasi. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara tingkat stres dan aktivitas fisik dengan nyeri menstruasi pada remaja putri di Kelurahan Ciganjur Jakarta. Metodologi Penelitian: Penelitian ini menerapkan metode penelitian kuantitatif non eksperimen. Penelitian ini menggunakan desain penelitian cross sectional. Teknik pengambilan sampel menggunakan total sampling dengan jumlah responden sebanyak 61 responden. Instrumen penelitian ini terdiri dari kuesioner stres (DASS 42), kuesioner aktivitas fisik (IPAQ), kuesioner nyeri menstruasi (NRS). Data analisis menggunakan Chi-Square untuk mengetahui adanya hubungan antar variabel Hasil Penelitian: Hasil penelitian menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara tingkat stres dan aktivitas fisik dengan nyeri menstruasi dengan nilai variabel P Value < 0,05 Kesimpulan: Tingkat stres dan aktivitas fisik memiliki hubungan yang signifikan dengan nyeri menstruasi. Saran: Diharapkan dapat menjaga kesehatan fisik dan mental. Sehingga dapat mengurangi stres dan memastikan tidak ada aktivitas fisik yang terlalu berat yang menyebabkan nyeri menstruasi. Kata Kunci: aktivitas fisik, nyeri menstruasi, stres Kepustakaan: 2017 – 2023

Item Type: Thesis (Bachelor)
Subjects: L Education > L Education (General)
R Medicine > R Medicine (General)
Divisions: Skripsi > Fakultas Ilmu Kesehatan > Program Studi Keperawatan
Depositing User: Delvy Aplirizani -
Date Deposited: 14 Mar 2024 04:08
Last Modified: 14 Mar 2024 04:08
URI: https://repository.unas.ac.id/id/eprint/9829

Actions (login required)

View Item View Item