HUBUNGAN FAKTOR INDIVIDU DENGAN KEJADIAN LOW BACK PAIN (LBP) PADA PERAWAT DI PK3D WILAYAH JAKARTA PUSAT HUBUNGAN FAKTOR INDIVIDU DENGAN KEJADIAN LOW BACK PAIN (LBP) PADA PERAWAT DI PK3D WILAYAH JAKARTA PUSAT HUBUNGAN FAKTOR INDIVIDU DENGAN KEJADIAN LOW BACK PAIN (LBP) PADA PERAWAT DI PK3D WILAYAH JAKARTA PUSAT

Ningsih, Ratna Wahyu (2026) HUBUNGAN FAKTOR INDIVIDU DENGAN KEJADIAN LOW BACK PAIN (LBP) PADA PERAWAT DI PK3D WILAYAH JAKARTA PUSAT HUBUNGAN FAKTOR INDIVIDU DENGAN KEJADIAN LOW BACK PAIN (LBP) PADA PERAWAT DI PK3D WILAYAH JAKARTA PUSAT HUBUNGAN FAKTOR INDIVIDU DENGAN KEJADIAN LOW BACK PAIN (LBP) PADA PERAWAT DI PK3D WILAYAH JAKARTA PUSAT. Diploma thesis, Universitas Nasional.

[thumbnail of COVER.pdf] Text
COVER.pdf

Download (2MB)
[thumbnail of BAB I.pdf] Text
BAB I.pdf

Download (173kB)
[thumbnail of BAB II.pdf] Text
BAB II.pdf

Download (343kB)
[thumbnail of BAB III.pdf] Text
BAB III.pdf

Download (527kB)
[thumbnail of BAB IV.pdf] Text
BAB IV.pdf

Download (366kB)
[thumbnail of BAB V.pdf] Text
BAB V.pdf

Download (161kB)
[thumbnail of LAMPIRAN.pdf] Text
LAMPIRAN.pdf

Download (1MB)

Abstract

Latar Belakang: Low back pain (LBP) merupakan salah satu gangguan
muskuloskeletal yang sering dialami perawat. Kejadian LBP di dunia tahun 2022
sebanyak 17,3 Juta. di Indonesia tahun 2021 kejadian LBP sebanyak 12.914
(3,71%). PK3D Jakarta Pusat tahun 2024 kejadian LBP sebanyak 8,9%,
meningkat tahun 2025 menjadi 19,2%. Tingginya kejadian LBP dapat
menurunkan produktivitas kerja, meningkatkan ketidakhadiran, serta
memengaruhi kualitas pelayanan keperawatan.
Tujuan: Mengetahui hubungan faktor individu dengan kejadian low back pain
(LBP) pada perawat di PK3D Wilayah Jakarta Pusat.
Metodologi: Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif dengan pendekatan
cross-sectional. Populasi penelitian adalah seluruh perawat di PK3D Wilayah
Jakarta Pusat, dengan jumlah sampel sebanyak 93 responden dengan
menggunakan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan menggunakan
kuesioner karakteristik responden dan kuesioner kejadian LBP, kemudian
dianalisis univariat dan bivariat menggunakan uji Chi-square dengan tingkat
kemaknaan α = 0,05.
Hasil: Sebanyak 60 responden (64,5%) mengalami LBP. Hasil analisis bivariat
menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara usia (p=0,007), IMT
(p=0,018), dan masa kerja (p=0,004) dengan kejadian LBP. Jenis kelamin tidak
berhubungan signifikan dengan kejadian LBP (p=0,781).
Simpulan: Usia dewasa akhir, IMT tidak normal, dan masa kerja > 5 tahun yang
memiliki hubungan dengan kejadian LBP pada perawat, sedangkan jenis kelamin
tidak berhubungan.
Saran: diharapkan agar PK3D meningkatkan upaya pencegahan melalui edukasi
ergonomi, pelatihan teknik manual handling, program peregangan rutin,
pengendalian berat badan, serta pemeriksaan kesehatan berkala guna menurunkan
kejadian LBP pada perawat.

Item Type: Thesis (Diploma)
Subjects: R Medicine > R Medicine (General)
Divisions: Skripsi > Fakultas Ilmu Kesehatan > Program Studi Keperawatan
Depositing User: Delvy Aplirizani -
Date Deposited: 24 Sep 2026 06:47
Last Modified: 24 Sep 2026 06:47
URI: https://repository.unas.ac.id/id/eprint/17220

Actions (login required)

View Item View Item