Ningrum, Kety Wulan (2026) ANALISIS SEMIOTIKA CHARLES SANDERS PEIRCE TERHADAP SISTEM KLASIFIKASI PEJABAT ERA JOSEON DALAM FILM OLPPAEMI. Diploma thesis, Universitas Nasional.
|
Text
COVER.pdf Download (1MB) |
|
|
Text
BAB I.pdf Download (472kB) |
|
|
Text
BAB II.pdf Download (623kB) |
|
|
Text
BAB III.pdf Download (1MB) |
|
|
Text
BAB IV.pdf Download (285kB) |
|
|
Text
LAMPIRAN.pdf Download (526kB) |
Abstract
Penelitian menganalisis sistem klasifikasi pejabat di era kerajaan Joseon dan juga mencari
tanda terkait representasinya dalam film Olppaemi (2022). Landasan hukum Gyeongguk
Daejeon merefleksikan nilai Konfusianisme yang mengatur hierarki birokrasi secara ketat
dan membagi aparatur negara ke dalam 18 tingkatan pangkat (pumgye), kelas kasta politik
(Dangsangwan dan Danghagwan), serta rumpun tugas (Munban, Muban, dan Japjik).
Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan Semiotika
triadik Charles Sanders Peirce. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui studi pustaka
serta teknik simak dan catat terhadap tanda-tanda visual (seperti warna jubah seragam
dallyeong, lencana pangkat hyungbae, ornamen penutup kepala, kepemilikan senjata, dan
batas spasial ruang istana) serta tanda verbal (tuturan dialog formal kedinasan) dalam film
Olppaemi yang diakses melalui layanan streaming resmi iQIYI. Hasil penelitian berhasil
mengidentifikasi tujuh status jabatan riil yang mencakup representasi kelas Dangsangwan
tingkat tertinggi Jeong 1-pum (Yeonguijeong), Danghagwan pelaksana senior militer Jeong
4-pum (Hogu), perwira pengawas internal Jong 6-pum (Gammungwan), komandan peleton
patroli Jeong 6-pum (Sago), prajurit terendah Jong 9-pum (Musungwan), hingga elite
fungsional medis Jong 3-pum (Pan-ui) serta praktisi akupunktur Jong 5-pum (Chim-baksa).
Temuan ini membuktikan secara empiris bahwa film Olppaemi memaknai sejarah masa
kerajaan Joseon dengan cukup baik, di mana konstruksi tanda visual dan verbal berhasil
mengomunikasikan peta relasi kuasa, hak prerogatif spasial, wewenang hukum militer, dan
marjinalisasi kelas sosial kelompok fungsional (Jungin) yang secara kaku disegmentasikan
oleh hukum pakaian resmi negara demi menjaga stabilitas absolutisme monarki.
| Item Type: | Thesis (Diploma) |
|---|---|
| Subjects: | P Language and Literature > PN Literature (General) |
| Divisions: | Skripsi > Fakultas Sastra > Program Studi Bahasa Korea |
| Depositing User: | Irna Irna Yunita |
| Date Deposited: | 24 Sep 2026 03:00 |
| Last Modified: | 24 Sep 2026 03:00 |
| URI: | https://repository.unas.ac.id/id/eprint/17205 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
