-, Gayle (2026) ANALISIS FAKTOR RISIKO OSTEOPOROSIS PADA LANSIA PEREMPUAN DI PUSKESMAS CENGKARENG JAKARTA BARAT. Diploma thesis, Universitas Nasional.
|
Text
COVER.pdf Download (5MB) |
|
|
Text
BAB I.pdf Download (224kB) |
|
|
Text
BAB II.pdf Download (393kB) |
|
|
Text
BAB III.pdf Download (318kB) |
|
|
Text
BAB IV.pdf Download (237kB) |
|
|
Text
BAB V.pdf Download (202kB) |
|
|
Text
LAMPIRAN.pdf Download (2MB) |
Abstract
Latar Belakang: Osteoporosis merupakan masalah kesehatan pada lansia
perempuan yang meningkatkan risiko fraktur dan dapat menurunkan kualitas hidup.
Deteksi dini dapat dilakukan menggunakan Osteoporosis Self-Assessment Tool for
Asians (OSTA), terutama di pelayanan kesehatan primer.
Tujuan: Menganalisis hubungan indeks massa tubuh (IMT), paritas, usia
menopause, riwayat penggunaan KB Depo Medroxyprogesterone Acetate
(DMPA), dan keikutsertaan senam lansia dengan risiko osteoporosis berdasarkan
OSTA pada lansia perempuan di Puskesmas Cengkareng.
Metodologi: Penelitian kuantitatif analitik dengan desain cross-sectional terhadap
100 lansia perempuan yang dipilih menggunakan consecutive sampling. Data
dikumpulkan melalui wawancara, pengukuran berat dan tinggi badan, serta
perhitungan skor OSTA. Analisis data meliputi analisis univariat dan bivariat
menggunakan Pearson Chi-Square, Continuity Correction, dan Fisher’s Exact Test
sesuai persyaratan uji.
Hasil Penelitian: Sebanyak 53 responden (53,0%) berada pada kategori OSTA
risiko tinggi dan 47 responden (47,0%) pada kategori risiko rendah. Terdapat
hubungan bermakna antara IMT (p=0,006), paritas (p<0,001), dan usia menopause
(p=0,001) dengan risiko osteoporosis berdasarkan OSTA. Riwayat penggunaan KB
DMPA (p=0,741) dan keikutsertaan senam lansia (p=0,115) tidak menunjukkan
hubungan bermakna.
Simpulan: Terdapat hubungan antara IMT, paritas, dan usia menopause dengan
risiko osteoporosis berdasarkan OSTA pada lansia perempuan di Puskesmas
Cengkareng. Skrining OSTA dapat digunakan sebagai langkah awal untuk
mengenali lansia perempuan yang berisiko tinggi di pelayanan primer.
Saran: Puskesmas disarankan mengintegrasikan skrining OSTA dalam pelayanan
lansia serta memprioritaskan edukasi dan pemeriksaan lanjutan pada lansia
perempuan dengan IMT rendah, paritas tinggi, dan menopause dini.
| Item Type: | Thesis (Diploma) |
|---|---|
| Subjects: | H Social Sciences > H Social Sciences (General) R Medicine > R Medicine (General) |
| Divisions: | Skripsi > Fakultas Ilmu Kesehatan > Program Studi Kebidanan |
| Depositing User: | Delvy Aplirizani - |
| Date Deposited: | 22 Sep 2026 03:41 |
| Last Modified: | 22 Sep 2026 03:41 |
| URI: | https://repository.unas.ac.id/id/eprint/17173 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
