Manafe, Christine Alda (2026) ANALISIS BUDAYA LOKAL TERKAIT LARANGAN KERAMAS SAAT MENSTRUASI PADA REMAJA PUTRI DI DESA KEOEN KECAMATAN PANTAI BARU PROVINSI NUSA TENGGARA TIMUR. Diploma thesis, Universitas Nasional.
|
Text
COVER.pdf Download (850kB) |
|
|
Text
BAB 1.pdf Download (322kB) |
|
|
Text
BAB 2.pdf Download (431kB) |
|
|
Text
BAB 3.pdf Download (426kB) |
|
|
Text
BAB 4.pdf Download (614kB) |
|
|
Text
BAB 5.pdf Download (295kB) |
|
|
Text
LAMPIRAN.pdf Download (1MB) |
Abstract
Latar Belakang: Larangan keramas saat menstruasi merupakan praktik budaya
yang masih dipertahankan oleh masyarakat Desa Keoen, Kecamatan Pantai Baru,
Provinsi Nusa Tenggara Timur. Kepercayaan ini diwariskan secara turun-temurun
dan diyakini dapat mencegah kondisi yang dikenal sebagai "darah putih naik",
sehingga berpotensi memengaruhi perilaku kebersihan diri serta kesehatan fisik dan
psikologis remaja putri.
Tujuan: Penelitian ini bertujuan menganalisis budaya lokal terkait larangan
keramas saat menstruasi pada remaja putri di Desa Keoen.
Metodologi: Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan
fenomenologi. Partisipan dipilih menggunakan teknik purposive sampling, terdiri
atas 10 partisipan, yaitu 7 remaja putri dan 3 ibu. Data dikumpulkan melalui
wawancara mendalam secara daring menggunakan pedoman wawancara semiterstruktur,
kemudian
dianalisis
menggunakan
model interaktif Miles, Huberman, dan Saldaña. Hasil Penelitian: Penelitian menghasilkan empat tema, yaitu keyakinan terhadap larangan keramas saat menstruasi, pengalaman menjalani larangan, peran keluarga dan lingkungan sosial, serta dampak terhadap kesehatan fisik dan psikologis remaja putri.
Larangan tersebut dipertahankan melalui proses sosialisasi keluarga dan
lingkungan. Dampak fisik yang ditemukan meliputi gatal, ketombe, rambut
berminyak, dan luka akibat garukan berulang, sedangkan dampak psikologis berupa
rasa takut dan khawatir apabila melanggar larangan.
Simpulan: Larangan keramas saat menstruasi merupakan praktik budaya yang
memengaruhi perilaku kebersihan diri serta kesehatan fisik dan psikologis remaja
putri. Diperlukan peran bidan melalui pendekatan Culturally-Sensitive Care dalam
memberikan edukasi kesehatan reproduksi yang menghargai nilai budaya
masyarakat.
Saran: Bidan diharapkan memberikan edukasi mengenai manajemen kebersihan
menstruasi melalui pendekatan yang menghargai budaya serta melibatkan keluarga
dalam proses edukasi.
| Item Type: | Thesis (Diploma) |
|---|---|
| Subjects: | G Geography. Anthropology. Recreation > G Geography (General) H Social Sciences > H Social Sciences (General) |
| Divisions: | Skripsi > Fakultas Ilmu Kesehatan > Program Studi Kebidanan |
| Depositing User: | Delvy Aplirizani - |
| Date Deposited: | 22 Sep 2026 03:15 |
| Last Modified: | 22 Sep 2026 03:15 |
| URI: | https://repository.unas.ac.id/id/eprint/17167 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
