STUDI KUALITATIF DINAMIKA PERILAKU PENCARIAN BANTUAN (HELP-SEEKING) KESEHATAN REPRODUKSI DI ERA ARTIFICIAL INTELLIGENCE PADA SISWI SMKN 1 TAMBUN UTARA

Risnayanti, Aat (2026) STUDI KUALITATIF DINAMIKA PERILAKU PENCARIAN BANTUAN (HELP-SEEKING) KESEHATAN REPRODUKSI DI ERA ARTIFICIAL INTELLIGENCE PADA SISWI SMKN 1 TAMBUN UTARA. Diploma thesis, Universitas Nasional.

[thumbnail of COVER.pdf] Text
COVER.pdf

Download (2MB)
[thumbnail of BAB I.pdf] Text
BAB I.pdf

Download (336kB)
[thumbnail of BAB II.pdf] Text
BAB II.pdf

Download (815kB)
[thumbnail of BAB III.pdf] Text
BAB III.pdf

Download (410kB)
[thumbnail of BAB IV.pdf] Text
BAB IV.pdf

Download (668kB)
[thumbnail of BAB V.pdf] Text
BAB V.pdf

Download (48kB)
[thumbnail of LAMPIRAN.pdf] Text
LAMPIRAN.pdf

Download (5MB)

Abstract

Kesehatan reproduksi merupakan aspek penting dalam kehidupan
remaja perempuan, namun perilaku pencarian bantuan (help-seeking) masih
dipengaruhi oleh berbagai hambatan, seperti rasa malu, keterbatasan pengetahuan, dan
berkembangnya penggunaan Artificial Intelligence (AI) sebagai sumber informasi
kesehatan. Kondisi tersebut menyebabkan perubahan pola pencarian bantuan, di mana
remaja cenderung mengakses informasi melalui AI sebelum memanfaatkan layanan
kesehatan formal.
Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dinamika perilaku pencarian
bantuan kesehatan reproduksi di era Artificial Intelligence pada siswi SMKN 1
Tambun Utara Tahun 2026, ditinjau dari aspek pengetahuan, stigma, sikap, dukungan
keluarga, dan peran teknologi.
Metodologi: Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik
purposive sampling. Informan terdiri atas 12 orang, meliputi 5 informan utama (siswi)
dan 7 informan pendukung (orang tua, guru BK, wali kelas, dan bidan PKPR). Data
dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi, kemudian
dianalisis menggunakan analisis tematik dengan triangulasi sumber.
Hasil Penelitian: Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengetahuan siswi mengenai
kesehatan reproduksi dan layanan PKPR masih terbatas. Hambatan utama dalam
mencari bantuan formal adalah rasa malu, kekhawatiran terhadap privasi, serta
anggapan bahwa keluhan yang dialami masih normal. Sebagian besar informan
memanfaatkan AI sebagai sumber informasi awal sebelum berdiskusi dengan ibu,
sedangkan satu informan memilih bercerita kepada ibu terlebih dahulu kemudian
mencari informasi tambahan melalui AI. Seluruh informan belum pernah
memanfaatkan layanan kesehatan formal secara langsung dan menempatkan tenaga
kesehatan sebagai pilihan terakhir ketika keluhan dianggap berat atau mengganggu
aktivitas.
Simpulan: Perilaku pencarian bantuan kesehatan reproduksi remaja menunjukkan pola
yang beragam, dengan AI dan ibu menjadi sumber bantuan awal yang saling
melengkapi, sedangkan pemanfaatan layanan kesehatan formal masih rendah.
Saran: Diperlukan penguatan literasi kesehatan digital, peningkatan edukasi kesehatan
reproduksi di sekolah, serta optimalisasi layanan PKPR yang lebih mudah diakses dan
ramah remaja.

Item Type: Thesis (Diploma)
Subjects: H Social Sciences > H Social Sciences (General)
R Medicine > R Medicine (General)
Divisions: Skripsi > Fakultas Ilmu Kesehatan > Program Studi Kebidanan
Depositing User: Delvy Aplirizani -
Date Deposited: 22 Sep 2026 02:52
Last Modified: 22 Sep 2026 02:52
URI: https://repository.unas.ac.id/id/eprint/17162

Actions (login required)

View Item View Item