Agustina, Dian (2026) KEBIJAKAN BIODIESEL DAN POLITIK OLIGARKI INDUSTRI KELAPA SAWIT DI INDONESIA: STUDI KASUS PEMBENTUKAN BADAN PENGELOLA DANA PERKEBUNAN KELAPA SAWIT (BPDPKS). Doctoral thesis, Universitas Nasional.
|
Text
COVER.pdf Download (1MB) |
|
|
Text
BAB I.pdf Download (778kB) |
|
|
Text
BAB II.pdf Download (4MB) |
|
|
Text
BAB III.pdf Download (402kB) |
|
|
Text
BAB IV.pdf Download (417kB) |
|
|
Text
BAB V.pdf Download (666kB) |
|
|
Text
BAB VI.pdf Download (450kB) |
|
|
Text
BAB VII.pdf Download (414kB) |
|
|
Text
LAMPIRAN.pdf Download (2MB) |
Abstract
Disertasi ini menganalisis kebijakan mandatori biodiesel berbasis kelapa sawit (CPO) yang didominasi industri skala besar di Indonesia dari perspektif ekologi politik dan ekonomi politik. Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap bagaimana struktur ekonomi politik oligarkis mempengaruhi formulasi dan implementasi kebijakan tersebut, serta implikasinya terhadap keadilan ekonomi, agraria, dan keberlanjutan ekologis. Dengan metode studi kasus kualitatif, penelitian ini menggunakan teori oligarki Jeffrey Winters tentang pertahanan kekayaan (wealth defense), teori reorganisasi kekuasaan oligarki dalam demokrasi Richard Robison dan Vedi R Hadiz, serta ekologi politik Raymond L Bryant and Sinead Bailey. Temuan utama menunjukkan bahwa kebijakan biodiesel menguntungkan segelintir konglomerat kelapa sawit. Kebijakan ini memperlihatkan bagaimana oligarki berhasil membajak institusi demokrasi untuk melayani kepentingan akumulasi kapital mereka. Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS) diidentifikasi sebagai manifestasi aliansi negara korporasi yang menyalurkan subsidi masif kepada konglomerasi biodiesel melalui dana pungutan ekspor. Sementara petani swadaya termarginalisasi, tidak memiliki posisi tawar, dan lemah secara ekonomi. Kebijakan mandatori ini juga mendorong ekspansi perkebunan kelapa sawit, memicu deforestasi, meningkatkan emisi gas rumah kaca dan memantik konflik agraria. Disertasi ini menyimpulkan bahwa transisi energi di Indonesia tidak bersifat netral, melainkan sangat politis dan bias pada kepentingan akumulasi kapital korporasi besar. Kebijakan mandatori biodiesel berfungsi lebih sebagai mekanisme stabilisasi harga CPO di tengah fluktuasi pasar global daripada sebagai solusi transisi energi yang berkeadilan. Penelitian ini merekomendasikan reformasi tata kelola BPDPKS yang inklusif, transparansi alokasi dana, dan perlindungan hak tenurial petani swadaya demi mewujudkan keadilan sosial bagi para petani.
| Item Type: | Thesis (Doctoral) |
|---|---|
| Subjects: | J Political Science > JA Political science (General) J Political Science > JQ Political institutions Asia |
| Divisions: | Tesis dan Disertasi > Sekolah Pasca Sarjana > Program Studi S3 Ilmu Politik |
| Depositing User: | Miss Yulia Zahra Yamini |
| Date Deposited: | 23 Jul 2026 02:37 |
| Last Modified: | 23 Jul 2026 02:37 |
| URI: | https://repository.unas.ac.id/id/eprint/17126 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
