ANALISIS ASUHAN KEPERAWATAN MELALUI INTERVENSI FINGER GRIP RELAXATION PADA PASIEN ANAK DENGAN DIAGNOSA MEDIS POST APENDIKTOMI DI RSUD BUDHI ASIH

SUSANTI, LINDA (2026) ANALISIS ASUHAN KEPERAWATAN MELALUI INTERVENSI FINGER GRIP RELAXATION PADA PASIEN ANAK DENGAN DIAGNOSA MEDIS POST APENDIKTOMI DI RSUD BUDHI ASIH. Diploma thesis, Universitas Nasional.

[thumbnail of COVER.pdf] Text
COVER.pdf

Download (1MB)
[thumbnail of BAB 1.pdf] Text
BAB 1.pdf

Download (366kB)
[thumbnail of BAB 2.pdf] Text
BAB 2.pdf

Download (876kB)
[thumbnail of BAB 3.pdf] Text
BAB 3.pdf

Download (528kB)
[thumbnail of BAB 4.pdf] Text
BAB 4.pdf

Download (414kB)
[thumbnail of BAB 5.pdf] Text
BAB 5.pdf

Download (334kB)
[thumbnail of LAMPIRAN.pdf] Text
LAMPIRAN.pdf

Download (1MB)

Abstract

Latar Belakang : Apendisitis adalah kasus bedah darurat yang umum pada anak-anak,
dengan prevalensi nyeri pasca operasi mencapai 60%. Nyeri yang tidak ditangani dapat
memiliki dampak fisiologis dan psikologis serta dapat menghambat proses penyembuhan.
Teknik relaksasi genggaman jari merupakan terapi non-farmakologis yang praktis dan
mudah diterapkan pada anak-anak untuk mengurangi intensitas nyeri. Berdasarkan data
dari RSUD Budhi Asih untuk periode September-November 2025 dari 89 pasien anak
pasca operasi terdapat 17 kasus apendektomi pasca operasi dengan masalah utama adalah
nyeri dan manajemen nyeri masih didominasi secara farmakologis.
Tujuan : Menganalisis penerapan Asuhan Keperawatan Melalui Intervensi Finger Grip
Relaxation pada Pasien Anak dengan Diagnosa Medis Post Apendiktomi di RSUD Budhi
Asih.
Implementasi : Studi kasus dilakukan pada 2 pasien anak post apendiktomi. Intervensi
finger grip relaxation diberikan selama 15 menit, selama 3 hari berturut-turut dengan
masing-masing jari digenggam selama 3 menit disertai pengaturan napas. Pengukuran
skala nyeri menggunakan Numeric Rating Scale (NRS) 1-10, dilakukan 1 jam sebelum
pemberian analgetik.
Simpulan dan saran : Terapi relaksasi genggaman jari efektif dalam mengurangi
intensitas nyeri pada pasien anak pasca-apendektomi. Pada pasien 1 (An.A, 13 tahun)
skala nyeri menurun dari 6/10 menjadi 3/10, sedangkan pada pasien 2 (An.R. 14 tahun)
menurun dari 5/10 menjadi 3/10 setelah 3 hari intervensi. Teknik ini direkomendasikan
sebagai terapi pelengkap non-farmakologis yang dapat dilakukan secara mandiri di rumah
untuk manajemen nyeri pasca-operasi pada anak.

Item Type: Thesis (Diploma)
Subjects: R Medicine > R Medicine (General)
R Medicine > RT Nursing
Divisions: Skripsi > Fakultas Ilmu Kesehatan > Program Studi Pendidikan Profesi Ners
Depositing User: Irna Irna Yunita
Date Deposited: 30 Jun 2026 09:51
Last Modified: 30 Jun 2026 09:51
URI: https://repository.unas.ac.id/id/eprint/16762

Actions (login required)

View Item View Item