UPAYA MENDEKONSTRUKSI STIGMA SOSIAL TERHADAP PENYANDANG DISABILITAS MELALUI EDUKASI KEPADA MASYARAKAT (STUDI PADA YAYASAN DISABILITAS INDONESIA SATU JAKARTA TIMUR)

Hastuti, Restu (2026) UPAYA MENDEKONSTRUKSI STIGMA SOSIAL TERHADAP PENYANDANG DISABILITAS MELALUI EDUKASI KEPADA MASYARAKAT (STUDI PADA YAYASAN DISABILITAS INDONESIA SATU JAKARTA TIMUR). Diploma thesis, Universitas Nasional.

[thumbnail of COVER.pdf] Text
COVER.pdf

Download (1MB)
[thumbnail of BAB 1.pdf] Text
BAB 1.pdf

Download (302kB)
[thumbnail of BAB 2.pdf] Text
BAB 2.pdf

Download (472kB)
[thumbnail of BAB 3.pdf] Text
BAB 3.pdf

Download (387kB)
[thumbnail of BAB 4.pdf] Text
BAB 4.pdf

Download (571kB)
[thumbnail of BAB 5.pdf] Text
BAB 5.pdf

Download (309kB)
[thumbnail of LAMPIRAN.pdf] Text
LAMPIRAN.pdf

Download (2MB)

Abstract

Stigma sosial terhadap penyandang disabilitas masih berkembang dalam bentuk
pelabelan negatif, stereotip ketidakmampuan, dan rendahnya kepercayaan terhadap
kapasitas mereka sehingga membatasi partisipasi sosial. Penelitian ini bertujuan
mengidentifikasi bentuk stigma masyarakat dan menganalisis upaya dekonstruksinya
melalui edukasi yang dilakukan oleh Yayasan Disabilitas Indonesia Satu Jakarta Timur.
Pendekatan yang digunakan adalah kualitatif dengan metode studi kasus. Data
dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi terhadap pengurus
yayasan, penyandang disabilitas, keluarga, serta masyarakat sekitar. Analisis dilakukan
secara deskriptif dengan merujuk pada teori stigma Erving Goffman dan teori
dekonstruksi Jacques Derrida. Hasil penelitian menunjukkan stigma muncul sebagai
anggapan penyandang disabilitas merupakan beban sosial, penggunaan bahasa
merendahkan, dan keraguan terhadap kemampuan kerja mereka. Upaya dekonstruksi
dilakukan melalui kampanye sosial, dialog komunitas, pemanfaatan media sosial, dan
interaksi langsung antara masyarakat dan penyandang disabilitas. Edukasi tersebut
membongkar makna sosial yang bias dan membangun narasi baru yang lebih inklusif.
Penelitian ini menyimpulkan bahwa perubahan bahasa, cara pandang, dan pola
interaksi sosial merupakan kunci pengurangan stigma, sehingga transformasi
kesadaran kolektif masyarakat menjadi prasyarat bagi terwujudnya lingkungan yang
setara dan inklusif. Implikasinya, kebijakan publik perlu mendukung kolaborasi
komunitas, pendidikan inklusif, dan ruang partisipasi agar praktik dekonstruksi
berlangsung berkelanjutan di tingkat lokal. Pendekatan ini memperkuat integrasi sosial
lintas kelompok dalam konteks nasional.

Item Type: Thesis (Diploma)
Subjects: H Social Sciences > H Social Sciences (General)
H Social Sciences > HM Sociology
H Social Sciences > HV Social pathology. Social and public welfare
Divisions: Skripsi > Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik > Program Studi Sosiologi
Depositing User: Delvy Aplirizani -
Date Deposited: 22 Jun 2026 02:52
Last Modified: 22 Jun 2026 02:52
URI: https://repository.unas.ac.id/id/eprint/16598

Actions (login required)

View Item View Item