FENOMENA KEKERASAN VERBAL DALAM KOMUNIKASI PASANGAN YANG SUDAH MENIKAH DI KELURAHAN AREN JAYA BEKASI TIMUR

Faturrahman, Ahmad Faiz (2026) FENOMENA KEKERASAN VERBAL DALAM KOMUNIKASI PASANGAN YANG SUDAH MENIKAH DI KELURAHAN AREN JAYA BEKASI TIMUR. Diploma thesis, Universitas Nasional.

[thumbnail of COVER.pdf] Text
COVER.pdf

Download (1MB)
[thumbnail of BAB I.pdf] Text
BAB I.pdf

Download (542kB)
[thumbnail of BAB II.pdf] Text
BAB II.pdf

Download (324kB)
[thumbnail of BAB III.pdf] Text
BAB III.pdf

Download (273kB)
[thumbnail of BAB IV.pdf] Text
BAB IV.pdf

Download (986kB)
[thumbnail of BAB V.pdf] Text
BAB V.pdf

Download (297kB)
[thumbnail of LAMPIRAN.pdf] Text
LAMPIRAN.pdf

Download (1MB)

Abstract

Penelitian ini berangkat dari meningkatnya fenomena kekerasan verbal dalam kehidupan rumah tangga yang kerap tidak disadari karena tidak menimbulkan luka secara fisik, meskipun memberikan dampak psikologis yang cukup serius bagi korban. Kekerasan verbal dapat ditunjukkan melalui berbagai bentuk seperti bentakan, penggunaan kata-kata kasar, penghinaan, serta pola komunikasi yang merendahkan pasangan. Kondisi tersebut sering muncul dalam dinamika komunikasi antara suami dan istri, terutama ketika konflik dalam hubungan tidak dikelola secara baik. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji fenomena kekerasan verbal dalam komunikasi pasangan suami istri yang telah menikah di Kelurahan Aren Jaya, Bekasi Timur. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan paradigma konstruktivisme. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi, dengan pemilihan informan menggunakan teknik purposive sampling. Proses analisis data mengacu pada model Miles dan Huberman yang meliputi tahapan reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan, dan keabsahan data diuji melalui triangulasi sumber. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kekerasan verbal dalam komunikasi pasangan suami istri muncul dalam berbagai bentuk, seperti bentakan, penghinaan, penggunaan kata-kata kasar, kecenderungan menyalahkan pasangan secara berulang, serta perilaku mendiamkan pasangan (silent treatment). Faktor yang memicu terjadinya kondisi tersebut antara lain permasalahan ekonomi, tekanan pekerjaan, pengaruh budaya patriarki, serta rendahnya kemampuan dalam mengendalikan emosi. Dampak yang muncul meliputi stres, kecemasan, menurunnya rasa percaya diri, serta terganggunya kualitas hubungan dalam rumah tangga. Oleh karena itu, dapat disimpulkan bahwa kekerasan verbal merupakan bagian dari pola komunikasi yang tidak sehat dalam hubungan pernikahan, sehingga diperlukan penguatan pola komunikasi yang asertif, empatik, serta didukung oleh kemampuan pengendalian emosi guna mewujudkan hubungan yang lebih harmonis.

Item Type: Thesis (Diploma)
Subjects: B Philosophy. Psychology. Religion > B Philosophy (General)
B Philosophy. Psychology. Religion > BL Religion
H Social Sciences > H Social Sciences (General)
H Social Sciences > HE Transportation and Communications
Divisions: Skripsi > Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik > Program Studi Ilmu Komunikasi
Depositing User: Irna Irna Yunita
Date Deposited: 12 Jun 2026 05:33
Last Modified: 12 Jun 2026 05:33
URI: https://repository.unas.ac.id/id/eprint/16505

Actions (login required)

View Item View Item