PERAN HUMAS KEMENTERIAN ATR/BPN DALAM MEMBANGUN KEPERCAYAAN PUBLIK PADA SITUASI KRISIS DI INSTAGRAM @kementerian.atrbpn

Nuraini, Januar Salma (2026) PERAN HUMAS KEMENTERIAN ATR/BPN DALAM MEMBANGUN KEPERCAYAAN PUBLIK PADA SITUASI KRISIS DI INSTAGRAM @kementerian.atrbpn. Diploma thesis, Universitas Nasional.

[thumbnail of COVER.pdf] Text
COVER.pdf

Download (1MB)
[thumbnail of BAB I.pdf] Text
BAB I.pdf

Download (477kB)
[thumbnail of BAB II.pdf] Text
BAB II.pdf

Download (506kB)
[thumbnail of BAB III.pdf] Text
BAB III.pdf

Download (390kB)
[thumbnail of BAB IV.pdf] Text
BAB IV.pdf

Download (931kB)
[thumbnail of BAB V.pdf] Text
BAB V.pdf

Download (254kB)
[thumbnail of LAMPIRAN.pdf] Text
LAMPIRAN.pdf

Download (1MB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan mendeskripsikan secara

mendalam peran Humas Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) dalam membangun kepercayaan publik pada situasi krisis melalui pemanfaatan media sosial Instagram. Latar belakang penelitian ini berangkat dari meningkatnya dinamika isu publik di ruang digital yang tidak hanya memengaruhi persepsi, tetapi juga berimplikasi langsung terhadap tingkat kepercayaan masyarakat terhadap institusi pemerintah. Kondisi ini menuntut pengelolaan komunikasi yang tidak sekadar informatif, tetapi juga strategis, adaptif, dan responsif terhadap perkembangan opini publik. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif melalui wawancara mendalam, observasi konten Instagram resmi @kementerian.atrbpn, serta dokumentasi. Analisis data dilakukan melalui tahapan reduksi, penyajian, dan penarikan kesimpulan, dengan menggunakan kerangka konsep peran humas serta Situational Crisis Communication Theory (SCCT) sebagai landasan analisis dalam memahami strategi komunikasi pada situasi krisis.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa peran humas ATR/BPN dijalankan secara terintegrasi dalam dimensi strategis, teknis, dan manajerial, dengan dominasi pada fungsi problem solving process facilitator yang menempatkan humas sebagai bagian dari mekanisme pengelolaan isu organisasi secara menyeluruh. Peran expert prescriber tampak dalam perumusan strategi dan pesan kunci, sementara
communication technician berperan dalam produksi dan distribusi konten digital yang terstruktur dan berbasis data. Di sisi lain, communication facilitator hadir dalam penyampaian informasi kepada publik, meskipun interaksi dialogis masih terbatas. Strategi komunikasi yang dijalankan merefleksikan pendekatan rebuilding dalam kerangka SCCT, yang menekankan pada konsistensi narasi, akurasi informasi, dan penegasan legitimasi institusi sebagai upaya pemulihan kepercayaan publik. Meskipun efektif dalam membangun kepercayaan berbasis rasionalitas, temuan penelitian menunjukkan bahwa dimensi relasional dan empatik belum menjadi orientasi utama, sehingga menegaskan bahwa keberhasilan komunikasi humas dalam situasi krisis tidak hanya ditentukan oleh kualitas informasi, tetapi juga oleh kemampuan institusi dalam membangun komunikasi yang lebih dialogis,
partisipatif, dan berorientasi pada hubungan dengan publik di ruang digital.

Item Type: Thesis (Diploma)
Subjects: H Social Sciences > H Social Sciences (General)
H Social Sciences > HF Commerce
Divisions: Skripsi > Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik > Program Studi Ilmu Komunikasi
Depositing User: Irna Irna Yunita
Date Deposited: 03 Jun 2026 07:32
Last Modified: 03 Jun 2026 07:32
URI: https://repository.unas.ac.id/id/eprint/16408

Actions (login required)

View Item View Item