Djenar, Bulan Massayu (2026) HUBUNGAN ANTARA OBESITAS, AKTIVITAS FISIK, POLA MAKAN DAN TINGKAT STRESS TERHADAP GLUKOSA DARAH PUASA DI PUSKESMAS DUREN JAYA BEKASI TIMUR. Diploma thesis, Universitas Nasional.
|
Text
COVER.pdf Download (571kB) |
|
|
Text
BAB I.pdf Download (249kB) |
|
|
Text
BAB II.pdf Download (673kB) |
|
|
Text
BAB III.pdf Download (374kB) |
|
|
Text
BAB IV.pdf Download (374kB) |
|
|
Text
BAB V.pdf Download (208kB) |
|
|
Text
LAMPIRAN.pdf Download (3MB) |
Abstract
Latar Belakang: Obesitas merupakan gangguan kronis yang kompleks dan menjadi faktor risiko utama terjadinya peningkatan kadar glukosa darah serta diabetes melitus tipe II. Selain obesitas, aktivitas fisik, pola makan, dan tingkat stress juga berperan dalam regulasi kadar glukosa darah puasa. Peningkatan prevalensi obesitas di Indonesia, termasuk di Kota Bekasi, menunjukkan sebagian besar pasien memiliki pola makan tidak seimbang, tingkat stress sedang, dan aktivitas fisik rendah yang berpotensi meningkatkan kadar glukosa darah puasa.
Tujuan: Untuk mengetahui hubungan antara obesitas, aktivitas fisik, pola makan, dan tingkat stress terhadap kadar glukosa darah puasa di Puskesmas Duren Jaya Bekasi Timur.
Metodologi: Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain cross sectional. Populasi penelitian adalah pasien obesitas di Puskesmas Duren Jaya Bekasi Timur. Sampel ditentukan menggunakan teknik purposive sampling sesuai kriteria inklusi. Instrumen penelitian meliputi pengukuran Indeks Massa Tubuh (IMT), kuesioner IPAQ (International Physical Activity Questionnaire), 24 Hour Recall, PSS-10 (Perceived Stress Scale – 10), serta pemeriksaan glukosa darah puasa. Analisis data dilakukan secara univariat, bivariat, dan multivariat menggunakan regresi linier.
Hasil Penelitian: Haisl analisis terdapat menunjukkan terdapat hubungan signifikan antara obesitas, aktivitas fisik, pola makan, dan tingkat stress dengan kadar glukosa darah puasa (p < 0,05). Aktivitas fisik rendah, pola makan tidak seimbang, tingkat stress lebih tinggi, dan derajat obesitas yang lebih berat berhubungan dengan peningkatan kadar glukosa darah puasa. Variabel yang paling dominan mempengaruhi kadar glukosa darah puasa adalah obesitas.
Simpulan: Terdapat hubungan yang signifikan antara obesitas, aktivitas fisik, pola makan, dan tingkat stress terhadap kadar glukosa darah puasa.
Saran: Diperlukan edukasi berkelanjutan mengenai pengendalian berat badan, peningkatan aktivitas fisik, penerapan pola makan seimbang, serta manajemen stress sebagai upaya pencegahan gangguan metabolik di masyarakat.
| Item Type: | Thesis (Diploma) |
|---|---|
| Subjects: | R Medicine > RA Public aspects of medicine R Medicine > RC Internal medicine R Medicine > RJ Pediatrics R Medicine > RT Nursing |
| Divisions: | Skripsi > Fakultas Ilmu Kesehatan > Program Studi Keperawatan |
| Depositing User: | Irna Irna Yunita |
| Date Deposited: | 21 May 2026 08:15 |
| Last Modified: | 13 Jul 2026 04:41 |
| URI: | https://repository.unas.ac.id/id/eprint/16144 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
