Merliana, Gina (2026) GERAKAN SOSIAL MAHASISWA: STUDI KASUS FEAR OF MISSING OUT (FOMO) DEMONSTRASI JAKARTA 25-29 AGUSTUS 2025. Diploma thesis, Universitas Nasional.
|
Text
COVER.pdf Download (1MB) |
|
|
Text
BAB I.pdf Download (555kB) |
|
|
Text
BAB II.pdf Download (502kB) |
|
|
Text
BAB III.pdf Download (642kB) |
|
|
Text
BAB IV.pdf Download (1MB) |
|
|
Text
BAB V.pdf Download (453kB) |
|
|
Text
LAMPIRAN.pdf Download (2MB) |
Abstract
Penelitian dengan judul “Gerakan Sosial Mahasiswa: Studi Kasus Fear Of
Missing Out (FOMO) Demonstrasi Jakarta 25-29 Agustus 2025” bertujuan untuk
menganalisis dinamika praktik gerakan sosial mahasiswa dengan fokus pada
pengaruh FOMO terhadap pola partisipasi. Latar belakang dari penelitian ini
menyoroti pergeseran perilaku politik mahasiswa di era modernisasi, di mana
keterlibatan dalam aksi massa tidak lagi hanya didorong oleh kesadaran ideologis
tunggal, melainkan juga dipicu oleh dinamika sosial di ruang publik virtual (
media sosial). Masalah yang diteliti adalah bagaimana praktik gerakan tersebut
berlangsung serta sejauh mana FOMO memengaruhi tindakan sosial mahasiswa.
Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan pendekatan
studi kasus, di mana data primer diperoleh melalui wawancara mendalam dengan
aktivis organisasi mahasiswa dan mahasiswa non-organisasi. Teori yang
digunakan dalam penelitian ini yaitu, Teori Gerakan Sosial Baru dari Rajendra
Singh serta Teori Tindakan Sosial dari Max Weber. Hasil penelitian ini
menyimpulkan beberapa hal : Pertama, demonstrasi ini merupakan bentuk
praktik gerakan yang desentralistik dan cair melalui arena digital. Kedua, FOMO
merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi partisipasi, namun posisinya
bukanlah faktor utama atau berada pada peringkat tertinggi dalam hierarki
kesadaran gerakan. FOMO berfungsi sebagai stimulan afektif yang memperluas
basis massa secara kuantitatif. Ketiga, Model Segitiga Partisipasi Mahasiswa
yang merumuskan bahwa keberlanjutan dan arah substansi gerakan tetap
dikendalikan oleh Aktivis Inti pada lapisan atas (Rasionalitas Nilai), sementara
Partisipasi Solidaritas berada di lapisan tengah, dan Partisipasi berbasis FOMO
menempati lapisan dasar sebagai tindakan afektif yang menyediakan volume
massa. Dengan demikian, meskipun FOMO krusial dalam eskalasi jumlah massa, FOMO tetap menjadi faktor pelengkap yang membutuhkan kepemimpinan ideologis agar gerakan tidak kehilangan esensinya.
| Item Type: | Thesis (Diploma) |
|---|---|
| Subjects: | H Social Sciences > H Social Sciences (General) H Social Sciences > HM Sociology J Political Science > JA Political science (General) |
| Divisions: | Skripsi > Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik > Program Studi Ilmu Politik |
| Depositing User: | Fitria Nur Indah Hasanah |
| Date Deposited: | 19 May 2026 04:12 |
| Last Modified: | 19 May 2026 04:12 |
| URI: | https://repository.unas.ac.id/id/eprint/16013 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
