Kerja sama Indonesia Kamboja dalam mengatasi Kejahatan Siber TPPO Berbasis Online Scam 2021-2025

Pratama, Andy Rizky (2026) Kerja sama Indonesia Kamboja dalam mengatasi Kejahatan Siber TPPO Berbasis Online Scam 2021-2025. Diploma thesis, Universitas Nasional.

[thumbnail of COVER.pdf] Text
COVER.pdf

Download (675kB)
[thumbnail of BAB I.pdf] Text
BAB I.pdf

Download (310kB)
[thumbnail of BAB II.pdf] Text
BAB II.pdf

Download (512kB)
[thumbnail of BAB III.pdf] Text
BAB III.pdf

Download (188kB)
[thumbnail of BAB IV.pdf] Text
BAB IV.pdf

Download (898kB)
[thumbnail of BAB V.pdf] Text
BAB V.pdf

Download (309kB)
[thumbnail of LAMPIRAN (2).pdf] Text
LAMPIRAN (2).pdf

Download (547kB)

Abstract

Penelitian ini mengkaji mekanisme kerja sama bilateral Kepolisian Negara
Republik Indonesia (Polri) dan Kepolisian Nasional Kamboja (CNP) dalam
menanggulangi Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) berbasis online
scam yang menimpa WNI di Kamboja periode 2021–2025. Dengan 4.300 kasus
WNI tercatat, penelitian ini menjawab pertanyaan: bagaimana mekanisme kerja
sama bilateral tersebut berjalan, khususnya melalui dimensi prosedural
pertukaran intelijen dan investigasi bersama?
Menggunakan pendekatan kualitatif dengan analisis tematik, data dikumpulkan
melalui wawancara mendalam dengan dua informan kunci dari Divhubinter
Polri dan BP3MI DKI Jakarta, serta analisis dokumen. Kerangka teori yang
digunakan adalah Transnational Criminal Governance (TCG) dan Teori Rezim
Internasional. Hasil penelitian menunjukkan efektivitas keseluruhan 63,75%
(partial compliance) intelligence sharing mencapai 75% melalui tiga kanal
paralel, sementara joint investigation hanya 40% akibat ketiadaan perjanjian
ekstradisi. Repatriasi korban berhasil 85% dengan 1.247 WNI dipulangkan,
namun penindakan pelaku utama hanya 55%.
Penelitian menyimpulkan bahwa Police Diplomacy Polri melalui Atase Polisi
KBRI Phnom Penh membentuk rezim keamanan bilateral informal yang
fungsional, namun keberlanjutannya terancam oleh ketiadaan perjanjian
ekstradisi dan lemahnya political will Kamboja. Penelitian ini
merekomendasikan formalisasi MoU Forensik Digital 2026 dan penguatan
kapasitas Atpol sebagai langkah strategis memperkuat tata kelola kejahatan
transnasional di kawasan ASEAN.

Item Type: Thesis (Diploma)
Subjects: J Political Science > JA Political science (General)
Divisions: Skripsi > Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik > Program Studi Hubungan Internasional
Depositing User: Irna Irna Yunita
Date Deposited: 12 May 2026 08:27
Last Modified: 12 May 2026 08:27
URI: https://repository.unas.ac.id/id/eprint/15931

Actions (login required)

View Item View Item