Safitri, Cheiriya Nur Anggraeni (2026) DINAMIKA TERPILIHNYA BAHLIL LAHADALIA SEBAGAI KETUA UMUM DPP PARTAI GOLKAR PERIODE 2024-2029. Diploma thesis, Universitas Nasional.
|
Text
COVER.pdf Download (683kB) |
|
|
Text
BAB I.pdf Download (317kB) |
|
|
Text
BAB II.pdf Download (409kB) |
|
|
Text
BAB III.pdf Download (295kB) |
|
|
Text
BAB IV.pdf Download (298kB) |
|
|
Text
BAB V.pdf Download (478kB) |
|
|
Text
BAB VI.pdf Download (255kB) |
|
|
Text
LAMPIRAN.pdf Download (640kB) |
Abstract
Perubahan kepemimpinan dalam partai politik merupakan bagian dari dinamika
kekuasaan yang tidak terlepas dari interaksi antara dinamika internal organisasi dan
pengaruh faktor eksternal. Pengunduran diri Airlangga Hartarto dari jabatan Ketua Umum
DPP Partai Golkar periode 2019–2024 menjelang pelaksanaan Musyawarah Nasional XI
menimbulkan berbagai spekulasi politik. Hal tersebut terjadi di tengah kondisi elektoral
Partai Golkar yang relatif stabil serta tidak adanya konflik internal yang muncul secara
terbuka di ruang publik. Tidak lama setelah pengunduran diri tersebut, Bahlil Lahadalia
terpilih sebagai Ketua Umum DPP Partai Golkar periode 2024–2029 melalui mekanisme
aklamasi. Peristiwa ini menimbulkan pertanyaan mengenai dinamika internal partai serta
sejauh mana relasi kekuasaan memengaruhi proses suksesi kepemimpinan di Partai Golkar.
Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif untuk memahami dinamika
pengunduran diri Airlangga Hartarto serta proses suksesi kepemimpinan yang mengarah
pada terpilihnya Bahlil Lahadalia sebagai Ketua Umum Partai Golkar. Data penelitian
diperoleh melalui wawancara mendalam, studi dokumentasi, dan kajian literatur. Analisis
penelitian menggunakan teori elit Vilfredo Pareto, teori patronase politik Edward Aspinall,
serta konsep musyawarah mufakat dan aklamasi dalam mekanisme pengambilan keputusan
organisasi.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengunduran diri Airlangga Hartarto tidak
semata-mata dapat dipahami sebagai keputusan personal, tetapi berkaitan dengan dinamika
relasi kekuasaan yang melibatkan faktor internal dan eksternal partai. Terdapat perbedaan
kepentingan di antara elite partai serta indikasi adanya pengaruh kekuasaan eksternal yang
memengaruhi arah dukungan politik dalam proses suksesi kepemimpinan. Terpilihnya
Bahlil Lahadalia melalui mekanisme aklamasi mencerminkan adanya konsolidasi elite
untuk menjaga stabilitas organisasi serta mempertahankan posisi Partai Golkar dalam
konfigurasi kekuasaan nasional. Dalam konteks tersebut, mekanisme aklamasi tidak hanya
merepresentasikan praktik musyawarah mufakat secara formal, tetapi juga menunjukkan
kuatnya pola patronase dan kesepakatan elite dalam menentukan arah kepemimpinan Partai
Golkar pasca Pemilu 2024.
| Item Type: | Thesis (Diploma) |
|---|---|
| Subjects: | J Political Science > J General legislative and executive papers J Political Science > JA Political science (General) J Political Science > JK Political institutions (United States) |
| Divisions: | Skripsi > Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik > Program Studi Ilmu Politik |
| Depositing User: | Irna Irna Yunita |
| Date Deposited: | 12 May 2026 07:12 |
| Last Modified: | 12 May 2026 07:12 |
| URI: | https://repository.unas.ac.id/id/eprint/15920 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
