Sagita, Disty Fithria (2026) HUBUNGAN MOTIVASI DIRI DAN PREFERENSI GARAM ANALISIS FAKTOR YANG MEMPENGARUHI GANGGUAN MENTAL EMOSIONAL DI SMA JAGAKARSA JAKARTA SELATAN. Diploma thesis, Universitas Nasional.
|
Text
COVER.pdf Download (1MB) |
|
|
Text
BAB I.pdf Download (394kB) |
|
|
Text
BAB II .pdf Download (561kB) |
|
|
Text
BAB III .pdf Download (508kB) |
|
|
Text
BAB IV .pdf Download (485kB) |
|
|
Text
BAB V.pdf Download (377kB) |
|
|
Text
DAPUS & LAMPIRAN.pdf Download (2MB) |
Abstract
Latar belakang: Gangguan mental emosional merupakan kondisi psikologis yang
ditandai dengan perubahan emosi, pikiran, dan perilaku yang dapat mengganggu
fungsi sosial dan akademik. Secara global, melaporkan bahwa sekitar 14,3%
remaja usia 10–19 tahun mengalami gangguan mental emosional. Selain itu, hasil
Indonesia National Adolescent Mental Health Survey menunjukkan bahwa sekitar
34,9% remaja di Indonesia mengalami gangguan mental emosional
Tujuan: Mengetahui faktor – faktor yang berhubungan dengan gangguan mental
emosional pada remaja di SMA Jagakarsa Jakarta Selatan.
Metode: Penelitian kuantitatif dengan desain deskriptif analitik dan pendekatan
cross-sectional. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 80 remaja SMA. Teknik
yang digunakan dalam pengambilan sampel menggunakan accidental sampling.
Instrumen penelitian menggunakan kueisoner SRQ-20, PSQI, IPPA-R, ESSA,
SAS-SV, dan GAS. Data dianalisis dengan Chi-Square untuk mengetahui
hubungan antara faktor gangguan mental dengan gangguan mental emosional
pada remaja.
Hasil: Menunjukan kualitas tidur (P-Value 0.002<0.05), dukungan teman sebaya
(P-Value 0.363>0.05), stress akademik (P-Value 0.001<0.05), ketergantungan
gadget (P-Value 0.001<0.05) kecanduan game online(P-Value 0.273>0.05) pada
remaja di SMA Jagakarsa Jakarta Selatan.
Simpulan: Bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara kualitas tidur buruk,
stres akademik yang berkaitan dengan tekanan tuntutan belajar, serta penggunaan
gadget yang berlebihan dengan gangguan mental emosional pada remaja.
Sementara itu, dukungan teman sebaya dan kecanduan game online tidak
menunjukkan hubungan yang signifikan dengan gangguan mental emosional.
Saran: Remaja diharapkan dapat meningkatkan kesehatan mental emosional
melalui perbaikan kualitas tidur, pengelolaan stres akademik, dan pengendalian
penggunaan gadget.
| Item Type: | Thesis (Diploma) |
|---|---|
| Subjects: | B Philosophy. Psychology. Religion > BF Psychology R Medicine > R Medicine (General) R Medicine > RA Public aspects of medicine |
| Divisions: | Skripsi > Fakultas Ilmu Kesehatan > Program Studi Keperawatan |
| Depositing User: | Irna Irna Yunita |
| Date Deposited: | 08 May 2026 07:44 |
| Last Modified: | 08 May 2026 07:44 |
| URI: | https://repository.unas.ac.id/id/eprint/15841 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
