ANALISIS BERAT BADAN TIDAK NAIK ATAU TETAP PADA BALITA DI WILAYAH KELURAHAN PASAR MINGGU JAKARTA SELATAN TAHUN 2025

PARYANTI, NANIK (2026) ANALISIS BERAT BADAN TIDAK NAIK ATAU TETAP PADA BALITA DI WILAYAH KELURAHAN PASAR MINGGU JAKARTA SELATAN TAHUN 2025. Diploma thesis, Universitas Nasional.

[thumbnail of COVER.pdf] Text
COVER.pdf

Download (1MB)
[thumbnail of BAB I.pdf] Text
BAB I.pdf

Download (501kB)
[thumbnail of BAB II.pdf] Text
BAB II.pdf

Download (642kB)
[thumbnail of BAB III.pdf] Text
BAB III.pdf

Download (532kB)
[thumbnail of BAB IV.pdf] Text
BAB IV.pdf

Download (652kB)
[thumbnail of BAB V.pdf] Text
BAB V.pdf

Download (489kB)
[thumbnail of LAMPIRAN.pdf] Text
LAMPIRAN.pdf

Download (1MB)

Abstract

Latar Belakang: Berat badan tidak naik atau tetap (BBTN) pada balita merupakan
salah satu parameter awal adanya gangguan status gizi yang dapat berdampak pada
pertumbuhan dan perkembangan anak. Kondisi ini menggambarkan
ketidakseimbangan antara asupan gizi, kebutuhan metabolik serta adanya faktor
penyakit infeksi. Di Indonesia kasus berat badan tidak naik pada balita masih cukup
tinggi dan menjadi perhatian dalam upaya perbaikan gizi balita termasuk di Wilayah
Kelurahan Pasar Minggu Jakarta Selatan.
Tujuan Penelitian: Menganalisis faktor yang berhubungan dengan kejadian berat
badan tidak naik pada balita. Meliputi riwayat ASI ekslusif, pola makan, riwayat
penyakit infeksi dan riwayat imunisasi.
Metodologi: desain yang digunakan kuantitatif deskriptif korelasional, dengan
pendekatan cross-sectional. sampel penelitian 87 balita, teknik pengambilan sampel
total sampling. Data dikumpulkan melalui pengukuran berat badan, kuesioner,
formulir 24-hour dietary recall, wawancara serta penelusuran buku KIA. Analisis
data dilakukan secara univariat dan bivariat.
Hasil Penelitian: Hasil analisis bivariat menunjukkan bahwa riwayat ASI eksklusif
dan riwayat imunisasi tidak memiliki hubungan yang signifikan dengan kejadian
berat badan tidak naik atau tetap pada balita, dengan nilai p masing-masing sebesar
0,575 dan 0,652. Sementara itu, pola makan dan riwayat penyakit infeksi
menunjukkan hubungan yang bermakna secara statistik dengan kejadian berat
badan tidak naik atau tetap pada balita, dengan nilai p masing-masing 0,02 dan 0,00.
Kesimpulan: Terdapat hubungan antara pola makan dan riwayat penyakit infeksi
dengan berat badan tidak naik atau tetap pada balita,dan riwayat penyakit infeksi
mempunyai peluang tertinggi terhadap kejadian berat badan tidak naik atau tetap
yaitu 9,054.
Saran : Diharapkan tenaga kesehatan dan kader posyandu dapat meningkatkan
edukasi terkait pola makan dan pencegahan penyakit infeksi. Orang tua disarankan
untuk memperhatikan kualitas dan keragaman makanan balita serta rutin memantau
pertumbuhan di posyandu.

Item Type: Thesis (Diploma)
Subjects: R Medicine > R Medicine (General)
R Medicine > RJ Pediatrics
Divisions: Skripsi > Fakultas Ilmu Kesehatan > Program Studi Kebidanan
Depositing User: Vira Desintha Larasati
Date Deposited: 07 May 2026 03:31
Last Modified: 11 May 2026 03:08
URI: https://repository.unas.ac.id/id/eprint/15731

Actions (login required)

View Item View Item