Sari, Nada Zahra Afifah Cantika (2025) HUBUNGAN PENGETAHUAN IBU DAN PRAKTIK PEMBERIAN MP-ASI DENGAN RISIKO STUNTING PADA BAYI USIA 0-11 BULAN DI POSYANDU KELURAHAN CIRACAS JAKARTA TIMUR. Diploma thesis, Universitas Nasional.
|
Text
COVER .pdf Download (377kB) |
|
|
Text
BAB I.pdf Download (238kB) |
|
|
Text
BAB II.pdf Download (346kB) |
|
|
Text
BAB III.pdf Download (317kB) |
|
|
Text
BAB IV.pdf Download (303kB) |
|
|
Text
BAB V.pdf Download (218kB) |
|
|
Text
LAMPIRAN.pdf Download (1MB) |
Abstract
Latar Belakang: Stunting merupakan masalah kesehatan global yang menjadi perhatian utama Organisasi Kesehatan Dunia (WHO). Secara nasional, prevalensi stunting di Indonesia terus mengalami penurunan, dari 21,6% pada tahun 2022 menjadi 19,8% pada tahun 2024 (SSGI 2024). Meskipun demikian, angka ini masih perlu ditekan lebih lanjut untuk mencapai target nasional. Fenomena stunting juga ditemukan di wilayah DKI Jakarta, termasuk di Kelurahan Ciracas, Jakarta Timur, di mana kasus stunting pada bayi masih menjadi tantangan.
Tujuan: Menganalisis hubungan pengetahuan ibu dan praktik pemberian MP-ASI dengan risiko stunting pada bayi usia <1 tahun di wilayah Posyandu Kelurahan Ciracas tahun 2025.
Metodologi: Penelitian case-control ini melibatkan 40 ibu bayi usia 0–11 bulan, Data dikumpulkan melalui kuesioner pengetahuan dan praktik MP-ASI. Analisis menggunakan uji Chi-Square dan Odds Ratio (CI 95%).
Hasil Penelitian: Hasil analisis menunjukkan bahwa ibu dengan pengetahuan yang kurang memiliki risiko 4,672 kali lebih besar memiliki bayi berisiko stunting dibandingkan ibu dengan pengetahuan yang baik (p-value = 0,027). Praktik pemberian MP-ASI yang kurang sesuai oleh ibu secara signifikan meningkatkan risiko, dengan Odds Ratio 9,000, yang berarti ibu dengan praktik yang kurang sesuai berisiko 9 kali lipat memiliki bayi stunting dibandingkan ibu dengan praktik yang sesuai (p- value = 0,001).
Simpulan : Terdapat hubungan yang signifikan antara pengetahuan ibu dan praktik pemberian MP-ASI dengan risiko stunting pada bayi usia 0-11 bulan. Penelitian ini membuktikan bahwa faktor pengetahuan dan praktik ibu merupakan determinan kuat terhadap risiko stunting.
Saran : Diharapkan penelitian ini menekankan pentingnya intervensi terpadu melalui Puskesmas dan Posyandu untuk meningkatkan kolaborasi yang akan berdampak baik pada Pengetahuan Ibu dan Praktik Pemberian MP-ASI yang benar dan juga tepat dilakukan para Ibu guna mencegah stunting sejak dini pada bayi. Konsultasi maupun Edukasi yang tepat sasaran dilakukan pihak terkait sangat berguna bagi masa pertumbuhan bayi serta masa depan bayi salah satunya dari perilaku ibu dengan praktik MP-ASI yang tepat.
| Item Type: | Thesis (Diploma) |
|---|---|
| Subjects: | R Medicine > RA Public aspects of medicine R Medicine > RT Nursing |
| Divisions: | Skripsi > Fakultas Ilmu Kesehatan > Program Studi Keperawatan |
| Depositing User: | Delvy Aplirizani - |
| Date Deposited: | 28 Apr 2026 08:56 |
| Last Modified: | 28 Apr 2026 08:56 |
| URI: | https://repository.unas.ac.id/id/eprint/15491 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
