MODEL DETEKSI DINI KESEHATAN REPRODUKSI PADA REMAJA PUTRI DI PONDOK PESANTREN NURUL JADID PAITON PROBOLINGGO JAWA TIMUR

Pujiati, Nurisa (2025) MODEL DETEKSI DINI KESEHATAN REPRODUKSI PADA REMAJA PUTRI DI PONDOK PESANTREN NURUL JADID PAITON PROBOLINGGO JAWA TIMUR. Masters thesis, Universitas Nasional.

[thumbnail of COVER.pdf] Text
COVER.pdf

Download (598kB)
[thumbnail of BAB 1.pdf] Text
BAB 1.pdf

Download (369kB)
[thumbnail of BAB 2.pdf] Text
BAB 2.pdf

Download (773kB)
[thumbnail of BAB 3.pdf] Text
BAB 3.pdf

Download (733kB)
[thumbnail of BAB 4.pdf] Text
BAB 4.pdf

Download (2MB)
[thumbnail of BAB 5.pdf] Text
BAB 5.pdf

Download (221kB)
[thumbnail of LAMPIRAN.pdf] Text
LAMPIRAN.pdf

Download (5MB)

Abstract

Latar Belakang : Kesehatan reproduksi remaja merupakan aspek penting yang menentukan kualitas hidup dan masa depan generasi muda, khususnya bagi santri putri di lingkungan pesantren yang
menghadapi keterbatasan akses informasi serta norma sosial-budaya yang masih menganggap isu ini
tabu.
Tujuan : Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan model deteksi kesehatan reproduksi pada remaja putri dengan menganalisis faktor-faktor determinan yang memengaruhinya serta menguji efektivitas model berbasis aplikasi kesehatan reproduksi.
Metodelogi : Desain penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode pra- eksperimental (one group pretest-posttest) serta analisis Structural Equation Modeling Partial Least
Square (SEM-PLS). Populasi penelitian adalah 850 santri putri tingkat SMA, dengan sampel 100
responden yang dipilih menggunakan purposive sampling. Variabel penelitian meliputi pengetahuan, aktivitas fisik, siklus menstruasi, status gizi, kesehatan mental, personal hygiene, pertumbuhan & perkembangan, status kesehatan, gaya hidup, serta kesehatan reproduksi.
Hasil : Hasil analisis outer model menunjukkan sebagian besar indikator memiliki nilai loading >0,70, kecuali beberapa indikator seperti X1.2, X5.1, dan X9.1 yang perlu evaluasi lebih lanjut. Nilai R² menunjukkan bahwa model mampu menjelaskan 61,3% variasi kesehatan reproduksi dan 62,5% variasi status kesehatan. Hasil uji path coefficient menunjukkan gaya hidup (β = 0,352; t = 3,624; p < 0,05) dan personal hygiene (β signifikan; t = 5,349; p < 0,05) berpengaruh signifikan terhadap kesehatan reproduksi, sedangkan variabel lain pengaruhnya lemah. Uji pra-eksperimen menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan dan perubahan perilaku setelah intervensi aplikasi kesehatan reproduksi. Kesimpulan : Model deteksi kesehatan reproduksi berbasis aplikasi terbukti efektif dalam meningkatkan pengetahuan, sikap, dan perilaku kesehatan reproduksi remaja putri di pesantren. Faktor gaya hidup sehat dan personal hygiene menjadi determinan utama yang berpengaruh signifikan. Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi dasar pengembangan program edukasi kesehatan reproduksi yang kontekstual, religius, dan berkelanjutan di lingkungan pesantren.
Saran : Disarankan agar model ini digunakan sebagai alat deteksi dini untuk kesehatan
reproduksi remaja di lingkungan pesantren dan dikembangkan lebih lanjut dengan melibatkan variabel tambahan serta dukungan program edukasi berkelanjutan untuk memperkuat hasil intervensi.

Item Type: Thesis (Masters)
Uncontrolled Keywords: Kesehatan reproduksi remaja, pesantren, SEM-PLS, personal hygiene, gaya hidup, aplikasi kesehatan
Subjects: R Medicine > R Medicine (General)
R Medicine > RG Gynecology and obstetrics
Divisions: Tesis dan Disertasi > Sekolah Pasca Sarjana > Program Studi S2 Kebidanan
Depositing User: Vira Desintha Larasati
Date Deposited: 05 Feb 2026 03:40
Last Modified: 23 Apr 2026 03:55
URI: https://repository.unas.ac.id/id/eprint/14871

Actions (login required)

View Item View Item