Saptamahsa, Daffa Muhammad Althaf (2025) KOMUNIKASI ASERTIF SEBAGAI BENTUK REPRESENTASI CITRA DIRI DI INSTAGRAM @NIRSAISMIALMANDA_. Diploma thesis, Universitas Nasional.
|
Text
COVER.pdf Download (278kB) |
|
|
Text
BAB I.pdf Download (209kB) |
|
|
Text
BAB II.pdf Download (239kB) |
|
|
Text
BAB III.pdf Download (175kB) |
|
|
Text
BAB IV.pdf Download (524kB) |
|
|
Text
BAB V.pdf Download (219kB) |
|
|
Text
LAMPIRAN.pdf Download (509kB) |
Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk memahami bagaimana representasi citra diri
ditampilkan oleh individu Gen Z di media sosial Instagram melalui gaya
komunikasi asertif. Penelitian ini berfokus pada akun @nirsaismialmanda_ milik
seorang mahasiswi aktif bernama Nirsa Ismi Almanda (Mimi) sebagai subjek utama
yang dipilih karena konsistensinya menampilkan citra diri yang positif, autentik,
dan komunikatif di platform digital. Dalam era digitalisasi identitas, di mana
keaslian dan self-branding menjadi aspek penting dalam kehidupan Gen Z,
pemilihan gaya komunikasi yang digunakan dalam membangun citra diri di media
sosial menjadi relevan untuk diteliti secara mendalam. Penelitian ini menggunakan
pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Teknik pengumpulan data
dilakukan melalui wawancara mendalam terhadap Mimi sebagai informan utama,
serta wawancara tambahan terhadap pengikut terdekatnya untuk menggali persepsi
audiens. Analisis data menggunakan teknik tematik dan dikaitkan dengan teori
representasi diri Goffman dan teori komunikasi asertif oleh Fursland & Nathan
(2008), khususnya enam gaya komunikasi asertif: basic assertion, empathic
assertion, consequence assertion, discrepancy assertion, negative feelings
assertion, dan broken record. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Mimi
membangun citra dirinya di Instagram secara konsisten dan otentik dengan
menampilkan diri sebagai pribadi yang positif, semangat, dan suportif. Citra diri
yang ditampilkan tidak hanya menjadi bentuk representasi personal, tetapi juga
memberi dampak nyata bagi pengikutnya, terutama dalam hal keberanian
berpendapat, motivasi diri, dan pengelolaan emosi dalam komunikasi sosial. Mimi
juga menunjukkan kesadaran akan batasan antara kebebasan berekspresi dan
penghormatan terhadap audiens, serta memanfaatkan Instagram sebagai medium
public relations personal yang strategis. Penelitian ini menegaskan bahwa dalam
konteks Gen Z, media sosial bukan hanya menjadi sarana menampilkan eksistensi,
tetapi juga menjadi panggung untuk membentuk, menguatkan, dan membagikan
nilai-nilai personal secara sadar dan terstruktur. Gaya komunikasi asertif berperan
sebagai pilar dalam membangun representasi diri yang tidak hanya berdampak bagi
diri sendiri, tetapi juga menciptakan ruang sosial yang suportif bagi orang lain.
| Item Type: | Thesis (Diploma) |
|---|---|
| Subjects: | H Social Sciences > HE Transportation and Communications Z Bibliography. Library Science. Information Resources > ZA Information resources > ZA4050 Electronic information resources |
| Divisions: | Skripsi > Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik > Program Studi Ilmu Komunikasi |
| Depositing User: | Delvy Aplirizani - |
| Date Deposited: | 26 Jan 2026 09:27 |
| Last Modified: | 26 Jan 2026 09:27 |
| URI: | https://repository.unas.ac.id/id/eprint/14851 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
