ANALISIS ASUHAN KEPERAWATAN MELALUI INTERVENSI TERAPI OKUPASI AKTIVITAS WAKTU LUANG PADA KLIEN DEWASA DENGAN DIAGNOSA MEDIS SKIZOAFEKTIF DI PKJN RS MARZOEKI MAHDI

Putri, Wilona Khaulika Zachinaya (2025) ANALISIS ASUHAN KEPERAWATAN MELALUI INTERVENSI TERAPI OKUPASI AKTIVITAS WAKTU LUANG PADA KLIEN DEWASA DENGAN DIAGNOSA MEDIS SKIZOAFEKTIF DI PKJN RS MARZOEKI MAHDI. Diploma thesis, Universitas Nasional.

[thumbnail of COVER.pdf] Text
COVER.pdf

Download (1MB)
[thumbnail of BAB I.pdf] Text
BAB I.pdf

Download (740kB)
[thumbnail of BAB II.pdf] Text
BAB II.pdf

Download (1MB)
[thumbnail of BAB III.pdf] Text
BAB III.pdf

Download (884kB)
[thumbnail of BAB IV.pdf] Text
BAB IV.pdf

Download (728kB)
[thumbnail of BAB V.pdf] Text
BAB V.pdf

Download (618kB)
[thumbnail of LAMPIRAN.pdf] Text
LAMPIRAN.pdf

Download (2MB)

Abstract

Latar Belakang: Gangguan skizoafektif merupakan gangguan jiwa kronis yang ditandai dengan kombinasi gejala psikotik seperti halusinasi dan delusi serta gangguan mood yang muncul secara bersamaan. Salah satu gejala yang sering dialami klien dengan skizoafektif adalah halusinasi pendengaran yang dapat mengganggu fungsi sosial, emosional, dan aktivitas sehari-hari. Terapi okupasi aktivitas waktu luang merupakan salah satu intervensi keperawatan yang dapat digunakan untuk membantu klien mengalihkan perhatian dari halusinasi serta meningkatkan kemampuan adaptif.
Tujuan: Menganalisis asuhan keperawatan melalui intervensi terapi okupasi aktivitas waktu luang pada klien dengan diagnosa medis skizoafektif di PKJN RS Marzoeki Mahdi.
Implementasi: Tindakan keperawatan dilakukan selama empat hari dengan durasi
30 menit setiap sesi. Intervensi keperawatan diberikan kepada klien dengan masalah keperawatan utama gangguan persepsi sensori: halusinasi pendengaran melalui penerapan strategi pelaksanaan (SP) halusinasi 1–4 serta terapi okupasi aktivitas waktu luang sebagai intervensi utama, yaitu merapikan tempat tidur dan menggambar.
Hasil: Setelah memberikan intervensi terapi okupasi aktivitas waktu luang selama
4 hari menunjukkan adanya penurunan tanda dan gejala halusinasi pendengaran, peningkatan kemampuan klien dalam mengontrol halusinasi, serta meningkatnya keterlibatan klien dalam aktivitas terstruktur. Hal ini menunjukkan bahwa terapi okupasi aktivitas waktu luang memberikan hasil klinis yang efektif.
Simpulan & Saran: Dari studi kasus ini adalah bahwa terapi okupasi aktivitas waktu luang efektif sebagai intervensi keperawatan dalam membantu mengurangi halusinasi pendengaran pada klien dengan skizoafektif. Intervensi ini dapat dijadikan salah satu alternatif terapi nonfarmakologis dalam asuhan keperawatan jiwa untuk meningkatkan kualitas hidup klien.

Item Type: Thesis (Diploma)
Uncontrolled Keywords: Halusinasi Pendengaran, Skizoafektif, Terapi Okupasi Aktivitas Waktu Luang
Subjects: R Medicine > R Medicine (General)
R Medicine > RT Nursing
Divisions: Skripsi > Fakultas Ilmu Kesehatan > Program Studi Keperawatan
Depositing User: Vira Desintha Larasati
Date Deposited: 22 Jan 2026 02:50
Last Modified: 22 Jan 2026 02:50
URI: https://repository.unas.ac.id/id/eprint/14831

Actions (login required)

View Item View Item