HUBUNGAN PENGETAHUAN, SIKAP DAN PERILAKU TERHADAP KEJADIAN FLUOR ALBUS PATOLOGIS PADA WANITA USIA SUBUR DI PUSKESMAS CIPANAS KECAMATAN TAROGONG KALER KABUPATEN GARUT

Tohiroh, Tita (2025) HUBUNGAN PENGETAHUAN, SIKAP DAN PERILAKU TERHADAP KEJADIAN FLUOR ALBUS PATOLOGIS PADA WANITA USIA SUBUR DI PUSKESMAS CIPANAS KECAMATAN TAROGONG KALER KABUPATEN GARUT. Diploma thesis, Universitas Nasional.

[thumbnail of COVER.pdf] Text
COVER.pdf

Download (1MB)
[thumbnail of BAB I.pdf] Text
BAB I.pdf

Download (245kB)
[thumbnail of BAB II.pdf] Text
BAB II.pdf

Download (434kB)
[thumbnail of BAB III.pdf] Text
BAB III.pdf

Download (421kB)
[thumbnail of BAB IV.pdf] Text
BAB IV.pdf

Download (378kB)
[thumbnail of BAB V.pdf] Text
BAB V.pdf

Download (233kB)
[thumbnail of LAMPIRAN.pdf] Text
LAMPIRAN.pdf

Download (1MB)

Abstract

Latar Belakang: Data di Puskesmas Cipanas Kecamatan Tarogong Kaler Kabupaten Garut pada tahun 2024 mencatat sebanyak 196 wanita usia subur (WUS) mengalami fluor albus. Kondisi ini umumnya berkaitan dengan kurangnya pengetahuan, sikap yang tidak mendukung, serta perilaku personal hygiene terutama vulva hygiene yang belum optimal.
Tujuan: Mengetahui hubungan pengetahuan, sikap, dan perilaku dengan kejadian fluor albus patologis pada wanita usia subur di Puskesmas Cipanas Kecamatan Tarogong Kaler Kabupaten Garut.
Metode: Penelitian ini merupakan analitik kuantitatif dengan pendekatan case
control. Populasi terdiri dari 142 WUS pada bulan Juli 2025. Sampel ditentukan menggunakan rumus Slovin sebanyak 59 responden, dengan teknik purposive sampling. Instrumen penelitian berupa kuesioner yang telah diuji validitas dan reliabilitas. Analisis bivariat dilakukan dengan uji Chi Square.
Hasil: Analisis univariat menunjukkan bahwa sebagian besar responden tidak mengalami fluor albus patologis (43 orang; 72,9%), memiliki pengetahuan baik (32 orang; 54,2%), bersikap positif (34 orang; 57,6%), dan berperilaku positif (38 orang; 64,4%). Analisis bivariat memperlihatkan adanya hubungan bermakna antara pengetahuan (p = 0,000), sikap (p = 0,008), dan perilaku (p = 0,001) dengan kejadian fluor albus patologis. Hasil perhitungan risiko menunjukkan bahwa responden dengan pengetahuan kurang berpeluang 16,15 kali lebih besar mengalami fluor albus patologis (CI 95%: 3,202–81,482), responden dengan sikap negatif berisiko 4,85 kali lebih tinggi (CI 95%: 1,428–16,458), sedangkan responden dengan perilaku negatif berisiko hampir 9 kali lebih tinggi (CI 95%:
2,196–36,697).
Kesimpulan: Pengetahuan, sikap, dan perilaku merupakan faktor yang
berhubungan signifikan dengan kejadian fluor albus patologis pada wanita usia subur di wilayah kerja Puskesmas Cipanas Kecamatan Tarogong Kaler Kabupaten Garut.
Saran: Bidan dan tenaga kesehatan diharapkan meningkatkan upaya edukasi
kesehatan reproduksi melalui penyuluhan, pendampingan, serta pembiasaan praktik vulva hygiene yang benar pada wanita usia subur untuk menurunkan angka kejadian fluor albus patologis.

Item Type: Thesis (Diploma)
Subjects: R Medicine > RA Public aspects of medicine
R Medicine > RA Public aspects of medicine > RA0421 Public health. Hygiene. Preventive Medicine
R Medicine > RG Gynecology and obstetrics
Divisions: Skripsi > Fakultas Ilmu Kesehatan > Program Studi Bidan Pendidik
Depositing User: Irna Irna Yunita
Date Deposited: 06 Jan 2026 07:41
Last Modified: 06 Jan 2026 07:41
URI: https://repository.unas.ac.id/id/eprint/14762

Actions (login required)

View Item View Item