Winengsih, Neneng (2025) EFEKTIFITAS AROMATERAPI PEPPERMINT UNTUK MENGURANGI MUAL MUNTAH PADA IBU HAMIL TRIMESTER I DI PUSKESMAS JATIBARU KABUPATEN SUBANG. Diploma thesis, Universitas Nasional.
|
Text
COVER.pdf Download (973kB) |
|
|
Text
BAB I.pdf Download (255kB) |
|
|
Text
BAB II.pdf Download (488kB) |
|
|
Text
BAB III.pdf Download (397kB) |
|
|
Text
BAB IV.pdf Download (288kB) |
|
|
Text
BAB V.pdf Download (173kB) |
|
|
Text
LAMPIRAN.pdf Download (1MB) |
Abstract
Latar Belakang: Emesis gravidarum merupakan mual muntah berat pada trimester pertama yang berpotensi menimbulkan dehidrasi dan gangguan nutrisi. Prevalensi global mencapai 0,3–3,6%, sementara di Indonesia sekitar 1–3%. Data Puskesmas Jatibaru Subang tahun 2025 menunjukkan 27,7% ibu hamil trimester pertama mengalami mual muntah sedang hingga berat, dengan pilihan terapi nonfarmakologis yang masih terbatas. Aromaterapi peppermint yang mengandung menthol memiliki efek antiemetik dan berpotensi menjadi alternatif aman.
Tujuan: Mengevaluasi efektivitas aromaterapi peppermint dalam menurunkan tingkat mual muntah pada ibu hamil trimester pertama.
Metode: Penelitian quasi-eksperimental dengan desain pretest-posttest control group melibatkan 54 ibu hamil trimester pertama, dibagi menjadi kelompok perlakuan (n=27) yang mendapat aromaterapi peppermint dua kali sehari selama tujuh hari, dan kelompok kontrol (n=27) tanpa intervensi. Instrumen penelitian menggunakan skor Pregnancy Unique Quantification of Emesis (PUQE). Analisis data dilakukan dengan uji Wilcoxon dan Mann-Whitney.
Hasil: Rata-rata skor PUQE kelompok perlakuan menurun signifikan dari 10,56 (SD=1,188) menjadi 5,33 (SD=1,038) (p=0,000). Pada kelompok kontrol, skor menurun dari 11,04 (SD=0,759) menjadi 9,96 (SD=0,808) (p=0,000), namun lebih kecil dibandingkan kelompok perlakuan. Analisis antar kelompok menunjukkan perbedaan signifikan (p=0,000).
Simpulan: Aromaterapi peppermint efektif menurunkan gejala emesis gravidarum pada ibu hamil trimester pertama.
Saran: Fasilitas kesehatan disarankan mengintegrasikan aromaterapi peppermint sebagai terapi komplementer, sedangkan penelitian lanjutan dengan populasi lebih luas dan durasi intervensi lebih panjang diperlukan untuk memperkuat generalisasi hasil.
| Item Type: | Thesis (Diploma) |
|---|---|
| Subjects: | R Medicine > RA Public aspects of medicine R Medicine > RA Public aspects of medicine > RA0421 Public health. Hygiene. Preventive Medicine R Medicine > RG Gynecology and obstetrics |
| Divisions: | Skripsi > Fakultas Ilmu Kesehatan > Program Studi Bidan Pendidik |
| Depositing User: | Irna Irna Yunita |
| Date Deposited: | 05 Jan 2026 02:44 |
| Last Modified: | 05 Jan 2026 02:44 |
| URI: | https://repository.unas.ac.id/id/eprint/14747 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
