Liya, Charles (2025) ANALISIS SPASIAL DAN TEMPORAL DAMPAK SERANGAN WERENG BATANG COKELAT DAN KEKERINGAN TERHADAP PRODUKSI PADI DI PROVINSI JAWA BARAT (2019–2023). Masters thesis, Universitas Nasional.
|
Text
COVER.pdf Download (2MB) |
|
|
Text
BAB I.pdf Download (775kB) |
|
|
Text
BAB II.pdf Download (1MB) |
|
|
Text
BAB III.pdf Download (834kB) |
|
|
Text
BAB IV.pdf Download (3MB) |
|
|
Text
BAB V.pdf Download (781kB) |
|
|
Text
LAMPIRAN.pdf Download (2MB) |
Abstract
Provinsi Jawa Barat sebagai kontributor 16,8% produksi beras nasional menghadapi ancaman serius dari serangan Wereng Batang Cokelat (WBC) dan kekeringan yang berdampak signifikan terhadap produksi padi. Penelitian ini bertujuan menganalisis pola spasial dan temporal dampak serangan WBC dan kekeringan terhadap produksi padi di Jawa Barat periode 2019-2023 menggunakan pendekatan analisis spasial berbasis SIG dan analisis temporal. Data sekunder diperoleh dari Direktorat Perlindungan Tanaman Pangan, BPS, dan BMKG yang meliputi luas serangan WBC, intensitas serangan, luas kekeringan, luas panen, dan produksi padi di 27 kabupaten/kota. Analisis korelasi menggunakan metode Spearman untuk mengidentifikasi hubungan antara serangan WBC, kekeringan dengan produksi padi. Hasil analisis korelasi antara luas serangan Wereng Batang Cokelat (WBC) dan luas panen mengungkap sebuah hubungan non-monotonik yang kompleks, yang menjadi temuan krusial penelitian ini. Secara unik, uji korelasi Spearman menunjukkan hasil
menunjukkan korelasi negatif moderat ( ρ = -0,8590, p < 0,05). Temuan ini secara valid menangkap fenomena 'ambang batas kerusakan', di mana setelah serangan mencapai tingkat keparahan tertentu (puso), peningkatan luas serangan justru menyebabkan penurunan drastis pada luas panen efektif.
Pola spasial serangan WBC terkonsentrasi di wilayah utara dan tengah Jawa Barat (Karawang, Subang, Indramayu, Cirebon, Majalengka) dengan trend fluktuatif periode 2019-2023. Demikian pula, analisis kekeringan dengan parameter produksi padi juga menunjukkan hubungan nonlinear, Spearman negatif moderat ( ρ = -0,3941 untuk luas panen; ρ = -0,3326 untuk produksi, p < 0,05 untuk semua). Hubungan kompleks ini
dipengaruhi oleh fase kritis pertumbuhan tanaman dan kapasitas adaptasi petani. Wilayah utara dan timur Jawa Barat (Indramayu, Cirebon, Majalengka, Bekasi) paling rentan terhadap kekeringan. Dampak ekonomi serangan WBC selama 2019-2023 mencapai Rp 402,82 miliar dengan kehilangan produksi 80.564 ton, sedangkan kekeringan menyebabkan kerugian Rp2,29 triliun dengan kehilangan produksi 458.597 ton. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pendekatan pengelolaan terpadu berbasis kawasan dengan integrasi pengendalian hama dan manajemen air dapat mengurangi dampak hingga 60% pada kondisi ekstrem. Rekomendasi meliputi pengembangan sistem peringatan dini terintegrasi, penerapan pengendalian hama terpadu berbasis kawasan, peningkatan infrastruktur irigasi, dan pengembangan varietas padi tahan ganda.
| Item Type: | Thesis (Masters) |
|---|---|
| Subjects: | Q Science > Q Science (General) Q Science > QH Natural history > QH301 Biology |
| Divisions: | Tesis dan Disertasi > Sekolah Pasca Sarjana > Program Studi S2 Ilmu Biologi |
| Depositing User: | Fitria Nur Indah Hasanah |
| Date Deposited: | 11 Dec 2025 02:59 |
| Last Modified: | 11 Dec 2025 02:59 |
| URI: | https://repository.unas.ac.id/id/eprint/14678 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
