Meyzizah, Violinda (2025) TINDAK TUTUR EKSPRESIF MEMUJI DALAM ANIME MY HAPPY MARRIAGE KARYA SUTRADARA TAKEHIRO KUBOTA. Diploma thesis, Universitas Nasional.
|
Text
COVER.pdf Download (1MB) |
|
|
Text
BAB 1.pdf Download (489kB) |
|
|
Text
BAB 2.pdf Download (1MB) |
|
|
Text
BAB 3.pdf Download (1MB) |
|
|
Text
BAB 4.pdf Download (439kB) |
|
|
Text
LAMPIRAN.pdf Download (549kB) |
Abstract
Memuji merupakan tindak tutur yang diperlukan saat berkomunikasi untuk menunjukkan perhatian, simpati, dan kekaguman pada mitra tutur/petutur. Penelitian ini bertujuan mengungkap tindak tutur memuji dalam film animasi berjudul My happy Marriage, yang menggunakan setting zaman Meiji yang
direpresentasikan oleh status sosial yang beragam. Teori yang digunakan adalah tindak tutur memuji menurut Searle (1979), strategi kesantunan menurut Brown and levinson (1982), dan parameter kesantunan menurut Mizutani (1982) untuk mendukung analisis kondisi masyarakat yang melatarinya. Adapun metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data menggunakan metode simak bebas libat cakap. Berdasarkan hasil analisis ditemukan 20 tindak tutur ekspresif memuji, yakni (1) Strategi kesantunan bold on record adalah strategi yang paling dominan yang terjadi antara penutur yang memiliki hubungan sosial yang berbeda. sebagai pelayan dan majikan. Meskipun mereka berasal dari keanggotaan kelompok yang berbeda (uchi-soto kankei), Pelayan menggunakan bahasa yang sopan kepada majikannya, karena hubungannya akrab, dianggap seperti keluarga sendiri, dan situasinya tidak formal
sehingga tindak tuturnya bersifat langsung tanpa diikuti alasan menyatakan pujiannya. (2) Strategi kesantunan positive politness adalah strategi yang paling dominan yang terjadi antara Prajurit dan Komandan. Meskipun mereka berasal dari keanggotaan kelompok yang sama, situasinya informal, dan hubungannya akrab. Tetapi ketika ingin menyampaikan suatu keinginan Prajurit menggunakan strategi
kesantunan positif sebagai bentuk penghormatan dan tidak mengancam muka komandannya. (3) Strategi kesantunan off record terjadi antara Penjual dan Pembeli karena situasinya formal, hubungannya tidak akrab dan tidak berada dalam satu
keanggotaan yang sama maka menggunakan strategi tidak langsung dalam menawarkan dagangannya diikuti alasan agar pembeli lebih tertarik dan membeli dagangannya.
| Item Type: | Thesis (Diploma) |
|---|---|
| Subjects: | P Language and Literature > PL Languages and literatures of Eastern Asia, Africa, Oceania P Language and Literature > PN Literature (General) |
| Divisions: | Skripsi > Fakultas Sastra > Program Studi Sastra Jepang |
| Depositing User: | Delvy Aplirizani - |
| Date Deposited: | 28 Nov 2025 08:19 |
| Last Modified: | 28 Nov 2025 08:19 |
| URI: | https://repository.unas.ac.id/id/eprint/14616 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
