PENGARUH PENGGUNAAN BAHAN BAKAR TIRE PYROLYSIS OIL TERHADAP LAJU KOROSI BAJA ASTM A516 DAN NIKEL

Putra, Wahyu Adi Manggala Eka (2025) PENGARUH PENGGUNAAN BAHAN BAKAR TIRE PYROLYSIS OIL TERHADAP LAJU KOROSI BAJA ASTM A516 DAN NIKEL. Diploma thesis, Universitas Nasional.

[thumbnail of COVER.pdf] Text
COVER.pdf

Download (860kB)
[thumbnail of BAB I.pdf] Text
BAB I.pdf

Download (266kB)
[thumbnail of BAB II.pdf] Text
BAB II.pdf

Download (765kB)
[thumbnail of BAB III.pdf] Text
BAB III.pdf

Download (1MB)
[thumbnail of BAB IV.pdf] Text
BAB IV.pdf

Download (3MB)
[thumbnail of BAB V.pdf] Text
BAB V.pdf

Download (303kB)
[thumbnail of LAMPIRAN.pdf] Text
LAMPIRAN.pdf

Download (1MB)

Abstract

Ketergantungan pada bahan bakar diesel konvensional (DK) mendorong pengembangan alternatif energi yang berkelanjutan, salah satunya dengan mengolah ban bekas yang ketersediaannya melimpah menjadi bahan bakar Tire Pyrolysis Oil (TPO) yang dihasilkan dari proses pirolisis ban bekas dan memiliki
nilai kalor mendekati DK. Namun, kandungan kimia aktif dalam TPO berpotensi menimbulkan korosi pada material logam penyimpanan dan sistem pembuangan gas hasil pembakaran. Penelitian ini bertujuan mengkaji ketahanan korosi baja
ASTM A516 dan nikel terhadap paparan TPO dengan dua metode, yaitu static immersion yang merepresentasikan kondisi penyimpanan, dan combustion yang menyerupai kondisi sistem pembuangan gas hasil pembakaran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada metode perendaman, laju korosi nikel sebesar 0,00026 mmpy pada TPO dan 0,00015 mmpy pada DK, sedangkan baja ASTM A516 sebesar 0,00032 mmpy TPO dan 0,00022 mmpy DK, menandakan nikel memiliki ketahanan korosi lebih baik dibandingkan baja ASTM A516. Pada pengujian
pembakaran, laju korosi meningkat signifikan, dengan nilai tertinggi pada baja ASTM A516 dalam TPO sebesar 0,12018 mmpy, sedangkan nikel hanya 0,06701 mmpy, laju korosi meningkat signifikan, dengan baja menunjukkan kerentanan
lebih tinggi dibandingkan nikel. Analisis SEM-EDS dan XRD menunjukkan bahwa TPO menghasilkan oksida lebih tebal dan agresif dibandingkan DK, dengan morfologi permukaan yang lebih parah terutama pada baja. Secara keseluruhan, TPO memiliki sifat korosif lebih tinggi dibandingkan DK, sementara nikel terbukti lebih tahan terhadap korosi pada semua kondisi.

Item Type: Thesis (Diploma)
Subjects: T Technology > T Technology (General)
T Technology > TJ Mechanical engineering and machinery
Divisions: Skripsi > Fakultas Teknik dan Sains > Program Studi Teknik Mesin
Depositing User: Delvy Aplirizani -
Date Deposited: 28 Nov 2025 07:52
Last Modified: 28 Nov 2025 07:52
URI: https://repository.unas.ac.id/id/eprint/14612

Actions (login required)

View Item View Item