Putra, Alan Handi (2025) PENGARUH KANDUNGAN MOLIBDENUM DAN REDUKSI KETEBALAN TERHADAP MORFOLOGI STRUKTUR MIKRO DAN KEKERASAN PADUAN Zr-Mo-Fe-Cr. Diploma thesis, Universitas Nasional.
|
Text
COVER.pdf Download (800kB) |
|
|
Text
BAB I.pdf Download (440kB) |
|
|
Text
BAB II.pdf Download (752kB) |
|
|
Text
BAB III.pdf Download (1MB) |
|
|
Text
BAB IV.pdf Download (3MB) |
|
|
Text
BAB V.pdf Download (387kB) |
|
|
Text
LAMPIRAN.pdf Download (610kB) |
Abstract
Salah satu solusi untuk meningkatkan efisiensi penggunaan bahan bakar di dalam teras reaktor daya tipe PWR adalah menaikkan fraksi bakar bahan bakar nuklir. Kenaikan fraksi bakar akan menaikkan tingkat korosi serta tegangan dan regangan pada material struktur dan dukung bahan bakar nuklir. Sehubungan hal tersebut, maka paduan Zr-Mo-Fe-Cr dikembangkan sebagai salah satu kandidat material struktur bahan bakar reaktor PWR maju. Tujuan penelitian adalah mendapatkan pengaruh kandungan molibdenium dan reduksi ketebalan terhadap struktur mikro dan kekerasan paduan Zr-Mo-Fe-Cr. Metodologi penelitian yang digunakan adalah
pembuatan ingot paduan Zr-Mo-Fe-Cr dengan Mo sebayak 0,3 – 06% berat serta Fe 0,8% berat dan Cr 0,5% berat, menggunakan metode peleburan vakum. Kedua ngot tersebut mendapat perlakuan β-quenching dan pengerolan panas dengan reduksi ketebalan 10% – 50%. Karakterisasi paduan Zr-Mo-Fe-Cr meliputi komposisi kimia, struktur mikro, kekerasan, dan korosi. Hipotesa yang diajukan adalah kandungan unsur pemadu dan deformasi panas diduga dapat mengubah struktur mikro dari butir yang keras dan getas ke bentuk butir yang lebih ulet sehingga paduan dapat terdeformasi besar tanpa retak. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan unsur Mo pada paduan Zr-Fe-Cr memengaruhi evolusi mikrostruktur, kekerasan, dan ketahanan korosi. Peningkatan kandungan
Mo dari 0,3% menjadi 0,6% mempercepat transformasi fasa, memperhalus morfologi butir, dan menghasilkan presipitat lebih banyak. Nilai kekerasan menunjukkan tren fluktuatif terhadap tingkat reduksi, dengan kondisi optimum pada HR 20–30% akibat penghalusan butir dan presipitasi, sedangkan HR tinggi (40–50%) menurunkan kekerasan karena terbentuk cacat kisi dan butir memanjang. Uji korosi dalam media air pH 5 – 9 menunjukkan bahwa pH 7 menghasilkan lapisan ZrO₂ yang kompak sehingga meningkatkan resistansi, sedangkan pada pH
5 terbentuk oksida tidak stabil yang mempercepat korosi. Secara keseluruhan, kondisi optimum dicapai pada HR 20 – 30% dengan kandungan Mo 0,6%, karena menghasilkan presipitat halus dan butir rapat yang mampu meningkatkan kekerasan
sekaligus ketahanan korosi.
| Item Type: | Thesis (Diploma) |
|---|---|
| Subjects: | T Technology > T Technology (General) T Technology > TJ Mechanical engineering and machinery |
| Divisions: | Skripsi > Fakultas Teknik dan Sains > Program Studi Teknik Mesin |
| Depositing User: | Delvy Aplirizani - |
| Date Deposited: | 28 Nov 2025 07:33 |
| Last Modified: | 28 Nov 2025 07:33 |
| URI: | https://repository.unas.ac.id/id/eprint/14609 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
