STUDI KEANEKARAGAMAN MESOFAUNA DI HUTAN KOTA ARBORETUM BUMI PERKEMAHAN DAN GRAHA WISATA CIBUBUR SEBAGAI BIOINDIKATOR KESUBURAN TANAH

MEYLANI, CITRA (2025) STUDI KEANEKARAGAMAN MESOFAUNA DI HUTAN KOTA ARBORETUM BUMI PERKEMAHAN DAN GRAHA WISATA CIBUBUR SEBAGAI BIOINDIKATOR KESUBURAN TANAH. Diploma thesis, Universitas Nasional.

[thumbnail of COVER.pdf] Text
COVER.pdf

Download (836kB)
[thumbnail of BAB  I.pdf] Text
BAB I.pdf

Download (443kB)
[thumbnail of BAB II.pdf] Text
BAB II.pdf

Download (571kB)
[thumbnail of BAB III.pdf] Text
BAB III.pdf

Download (799kB)
[thumbnail of BAB IV.pdf] Text
BAB IV.pdf

Download (1MB)
[thumbnail of BAB V.pdf] Text
BAB V.pdf

Download (488kB)
[thumbnail of LAMPIRAN.pdf] Text
LAMPIRAN.pdf

Download (1MB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan menginventarisasi keanekaragaman mesofauna sebagai bioindikator kesuburan tanah di Hutan Kota Arboretum Bumi Perkemahan dan Graha Wisata Cibubur, Jakarta Timur. Sampel tanah diambil dari lima jenis vegetasi berbeda, yaitu bambu, eboni, karet, mahoni, dan pinus, menggunakan teknik random sampling. Identifikasi mesofauna dilakukan dengan alat BarleseTullgren dan mikroskop stereo, sedangkan analisis kesuburan tanah meliputi pengukuran pH, kadar karbon organik (C-organik), nitrogen total (N-total), dan suhu tanah. Indeks keanekaragaman dihitung menggunakan indeks Shannon-Weiner, dan indeks dominasi menggunakan indeks Simpson. Hasil penelitian menunjukkan total populasi mesofauna sebanyak 108 individu yang terdiri dari dua ordo utama, Collembola dan Acarina, dengan famili terbanyak Entomobryidae dan Astigmata. Vegetasi eboni memiliki populasi tertinggi (73,89 individu/dm³), sedangkan mahoni terendah (35,67 individu/dm³). Indeks keanekaragaman mesofauna pada seluruh vegetasi tergolong rendah (H’ < 2), dengan nilai tertinggi pada bambu (1,70) dan terendah pada eboni (1,04). Indeks dominansi juga rendah di semua vegetasi, menunjukkan tidak adanya dominasi spesies tertentu. Variabel pendukung seperti pH, C-organik, dan N-total tidak berkorelasi signifikan dengan total populasi maupun indeks keanekaragaman, namun terdapat korelasi negatif sempurna antara indeks keanekaragaman dan indeks dominansi (r = -0,945). Penelitian ini mengindikasikan bahwa mesofauna tanah di Hutan Kota Arboretum Cibubur berperan penting sebagai bioindikator kesuburan tanah meskipun keanekaragamannya masih rendah, kemungkinan dipengaruhi oleh homogenitas tanah dan kondisi vegetasi sebelumnya. Data ini dapat menjadi referensi penting bagi pengelolaan hutan kota dan penelitian lanjutan terkait ekosistem tanah perkotaan di Jakarta Timur.

Item Type: Thesis (Diploma)
Subjects: Q Science > Q Science (General)
Q Science > QH Natural history > QH301 Biology
Divisions: Skripsi > Fakultas Pertanian > Program Studi Agroteknologi
Depositing User: Fitria Nur Indah Hasanah
Date Deposited: 27 Nov 2025 03:34
Last Modified: 27 Nov 2025 03:34
URI: https://repository.unas.ac.id/id/eprint/14585

Actions (login required)

View Item View Item