TINJAUAN YURIDIS TINDAKAN PENANGANAN KERUSUHAN MASSA DALAM PERTANDINGAN SEPAK BOLA BERDASARKAN PERATURAN PERUNDANGUNDANGAN POLRI DAN PERATURAN FIFA (Studi Kasus Tragedi Stadion Kanjuruhan)

Sulaiman, Muhammad Louis (2023) TINJAUAN YURIDIS TINDAKAN PENANGANAN KERUSUHAN MASSA DALAM PERTANDINGAN SEPAK BOLA BERDASARKAN PERATURAN PERUNDANGUNDANGAN POLRI DAN PERATURAN FIFA (Studi Kasus Tragedi Stadion Kanjuruhan). Diploma thesis, Universitas Nasional.

[thumbnail of COVER.pdf] Text
COVER.pdf

Download (1MB)
[thumbnail of BAB 1.pdf] Text
BAB 1.pdf

Download (416kB)
[thumbnail of BAB 2.pdf] Text
BAB 2.pdf

Download (468kB)
[thumbnail of BAB 3.pdf] Text
BAB 3.pdf

Download (253kB)
[thumbnail of BAB 4.pdf] Text
BAB 4.pdf

Download (385kB)
[thumbnail of BAB 5.pdf] Text
BAB 5.pdf

Download (195kB)
[thumbnail of LAMPIRAN.pdf] Text
LAMPIRAN.pdf

Download (335kB)

Abstract

Pengamanan dan keselamatan di dalam stadion dalam rangka pertandingan
sepakbola secara umum mengacu kepada FIFA Stadium Safety and Security
Regulasi yang melarang penggunaan gas air mata dalam penanganan kerusuhan
massa dalam pertandingan sepak bola. Namun demikian, di sisi lain terdapat
Peraturan Kapolri No. 1 Tahun 2009 yang mewajibkan anggota Polri yang
bertugas dalam pengendalian massa membawa gas air mata. Permasalahan
dalam penelitian ini adalah bagaimana aturan penanganan kerusuhan dalam
sepak bola menurut hukum FIFA, peraturan perundang-undangan di Indonesia?
Bagaimana kedudukan peraturan FIFA dalam sistem peraturan hukum nasional?
Metode penelitian ini adalah yuridis normatif dengan menggunakan data
sekunder. Hasil penelitian menyatakan bahwa pertama, penanganan kerusuhan
dalam sepak bola menurut hukum FIFA, dan peraturan perundang-undangan di
Indonesia saling bertentangan. Hal tersebut dikarenakan adanya perbedaan
pengaturan dalam penggunaan gas air mata dan alat pengendali massa antara
statuta FIFA dan statuta PSSI yang melarang penggunaan gas air mata dengan
Peraturan Kapolri No. 16 Tahun 2006 tentang Pengendalian Massa jo Peraturan
Kapolri No. 1 Tahun 2009 yang mewajibkan untuk membawa gas air mata.
Kedua, kedudukan peraturan FIFA dalam sistem peraturan hukum nasional
adalah merupakan kedaulatan pluralisme dengan ruang lingkupnya bersifat
global, sehingga berlakunya hukum nasional, hukum internasional, dan hukum
transnasional yang dimana keberadaan tiga hukum tersebut haruslah berjalan
saling melengkapi tanpa adanya saling mencampuri.

Item Type: Thesis (Diploma)
Subjects: K Law > K Law (General)
K Law > KZ Law of Nations
Divisions: Skripsi > Fakultas Hukum > Program Studi Ilmu Hukum
Depositing User: Delvy Aplirizani -
Date Deposited: 11 Dec 2023 03:40
Last Modified: 11 Dec 2023 03:40
URI: https://repository.unas.ac.id/id/eprint/9141

Actions (login required)

View Item View Item