EFEKTIVITAS PENAMBAHAN AIR KELAPA MUDA (Cocos nucifera L.) DALAM MENINGKATKAN INDUKSI TUNAS PADA KULTUR PUCUK PANDAN LAUT (Pandanus tectorius Park.)

Alfeni, Muhammad Rifky (2023) EFEKTIVITAS PENAMBAHAN AIR KELAPA MUDA (Cocos nucifera L.) DALAM MENINGKATKAN INDUKSI TUNAS PADA KULTUR PUCUK PANDAN LAUT (Pandanus tectorius Park.). Diploma thesis, Universitas Nasional.

[thumbnail of Cover.pdf] Text
Cover.pdf

Download (454kB)
[thumbnail of BAB 1.pdf] Text
BAB 1.pdf

Download (223kB)
[thumbnail of BAB 2.pdf] Text
BAB 2.pdf

Download (729kB)
[thumbnail of BAB 3.pdf] Text
BAB 3.pdf

Download (523kB)
[thumbnail of BAB 4.pdf] Text
BAB 4.pdf

Download (212kB)
[thumbnail of LAMPIRAN .pdf] Text
LAMPIRAN .pdf

Download (602kB)

Abstract

Pandan laut adalah tumbuhan monokotil yang memiliki nilai ekonomis yang tinggi
terutama bagi negara-negara Asia Utara, negara di daerah Pasifik dan Asia Tenggara,
salah satunya Indonesia. Pandan laut disebut juga sebagai pohon kehidupan “Tree of life”
kedua setelah kelapa. Pandan laut banyak dimanfaatkan dalam berbagai industri serta
memiliki fungsi ekologi. Semakin banyak manfaat pandan laut, maka semakin besar
kebutuhan bio massa yang diperlukan. Salah satu cara yang dapat mengatasi masalah
tersebut adalah dengan teknik kultur jaringan. Optimalisasi media kultur adalah dengan
memberikan komponen bahan alam seperti air kelapa. Air kelapa mengandung komponen
esensial yang dibutuhkan untuk medukung suatu media kultur. Tujuan penelitian ini
untuk melihat efektivitas penambahan air kelapa muda dalam meningkatkan induksi tunas
dalam kultur pucuk pandan laut. Rancangan yang digunakan adalah Rancangan Acak
Lengkap dengan 5 perlakuan dan 5 ulangan. Kadar auksin (IAA) dan sitokinin (Kinetin)
pada air kelapa muda yang digunakan adalah 2,3 mg/L dan 2,6 mg/L. Hasil penelitian
menunjukan bahwa variasi pemberian air kelapa (0%, 5%, 10%, 15%, dan 20%) tidak
berpengaruh nyata dalam jumlah induksi tunas, tinggi tunas, dan waktu induksi tunas
pertama (Asymp Sig. > 0,05). Namun pemberian air kelapa muda 15%, menunjukan
jumlah induksi tunas terbanyak (1,8±2,68) dan memiliki tingkat efektivitas peningkatan
jumlah induksi dan waktu induksi tunas pertama yang lebih besar dibandingkan
perlakuan kontrol. Pada pemberian air kelapa 15% juga menunjukan adanya
pembentukan kalus.

Item Type: Thesis (Diploma)
Subjects: Q Science > Q Science (General)
S Agriculture > S Agriculture (General)
S Agriculture > SB Plant culture
Divisions: Skripsi > Fakultas Biologi > Program Studi Biologi
Depositing User: Users 30 not found.
Date Deposited: 19 Oct 2023 04:23
Last Modified: 19 Oct 2023 04:23
URI: https://repository.unas.ac.id/id/eprint/8373

Actions (login required)

View Item View Item