PENYESUAIAN SKEMA PENDANAAN DALAM PEMBANGUNAN KERETA CEPAT JAKARTA-BANDUNG OLEH INDONESIA DAN CHINA DALAM PERSPKETIF EKONOMI-POLITIK

Do, Paulus Maldini Yunior (2022) PENYESUAIAN SKEMA PENDANAAN DALAM PEMBANGUNAN KERETA CEPAT JAKARTA-BANDUNG OLEH INDONESIA DAN CHINA DALAM PERSPKETIF EKONOMI-POLITIK. Diploma thesis, Universitas Nasional.

[thumbnail of Cover.pdf] Text
Cover.pdf

Download (1MB)
[thumbnail of Bab 1 (2).pdf] Text
Bab 1 (2).pdf

Download (698kB)
[thumbnail of Bab 2 (2).pdf] Text
Bab 2 (2).pdf

Download (595kB)
[thumbnail of Bab 3 (2).pdf] Text
Bab 3 (2).pdf

Download (352kB)
[thumbnail of Bab 4 (2).pdf] Text
Bab 4 (2).pdf

Download (1MB)
[thumbnail of Bab 5.pdf] Text
Bab 5.pdf

Download (610kB)
[thumbnail of Bab 6.pdf] Text
Bab 6.pdf

Download (217kB)
[thumbnail of Daftar pustaka.pdf] Text
Daftar pustaka.pdf

Download (555kB)

Abstract

Skripsi ini menganalisis mengenai perubahan skema
pendanaan dalam pembangunan kereta cepat JakartaBandung
oleh
Indonesia
dan
China.
Tujuan
penelitian
ini

adalah

untuk menganalisis faktor-faktor yang telah
mempengaruhi perubahan skema pendanaan tersebut.
Penelitian ini dilakukan melalui studi kepustakaan sebagai
sumber data primer, melalui telaah dokumen resmi
pemerintah, jurnal, serta berita terkait topik penelitian.
Data akan dianalisa dengan metode deskriptif analisis.
Landasan teori yang akan digunakan adalah teori ekonomipolitik
internasional,
teori
pembiayaan,
teori
dependensia,

dan

teori perubahan kebijakan luar negeri. Berdasarkan
analisa yang dilakukan, peneliti menemukan bahwa
terhambatnya proses pembangunan yang terjadi sebagai
akibat dari merebaknya pandemi Covid-19, menimbulkan
permasalahan pada operasionalisasi proyek kereta cepat
yang pada gilirannya menimbulkan pembengkakkan biaya
proyek (cost overrun). Peningkatan biaya proyek ini
menjadi suatu masalah yang serius bagi konsorsium
Indonesia-China karena ketersediaan dana perusahaan
tidak mencukupi. Karena adanya pembengkakkan biaya
ini, maka pihak konsorsium terpaksa meminta penyertaan
modal negara untuk menyelesaikan proyek pembangunan
kereta cepat Jakarta-Bandung.
Dalam analisis melalui perspektif ekonomi-politik, faktorfaktor

ekonomi tersebut berakibat kepada lahirnya
konsekuensi politik. Konsekuensi tersebut lahir sebagai
upaya pemerintah Republik Indonesia untuk mengatasai
persoalan terkait pendanaan proyek kereta cepat dengan
menerbitkan Perpres No. 93 Tahun 2021. Pepres tersebut
berisi mekanisme pemyelematan proyek dengan cara
Penyertaan Modal Negara melalui APBN kepada
konsorsium Indonesia.

Item Type: Thesis (Diploma)
Subjects: J Political Science > JF Political institutions (General)
J Political Science > JZ International relations
Divisions: Skripsi > Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik > Program Studi Hubungan Internasional
Depositing User: Delvy Aplirizani -
Date Deposited: 03 Feb 2023 03:23
Last Modified: 03 Feb 2023 03:23
URI: https://repository.unas.ac.id/id/eprint/5976

Actions (login required)

View Item View Item