ANALISIS KEJADIAN INFEKSI MENULAR SEKSUAL (IMS) PADA PASIEN DI KLINIK X JAKARTA UTARA TAHUN 2026

-, Widiawati (2026) ANALISIS KEJADIAN INFEKSI MENULAR SEKSUAL (IMS) PADA PASIEN DI KLINIK X JAKARTA UTARA TAHUN 2026. Diploma thesis, Universitas Nasional.

[thumbnail of 1. COVER.pdf] Text
1. COVER.pdf

Download (2MB)
[thumbnail of 2. BAB 1.pdf] Text
2. BAB 1.pdf

Download (407kB)
[thumbnail of 3. BAB 2.pdf] Text
3. BAB 2.pdf

Download (574kB)
[thumbnail of 4. BAB 3.pdf] Text
4. BAB 3.pdf

Download (405kB)
[thumbnail of 5. BAB 4.pdf] Text
5. BAB 4.pdf

Download (478kB)
[thumbnail of 6. BAB 5.pdf] Text
6. BAB 5.pdf

Download (380kB)
[thumbnail of 7. LAMPIRAN.pdf] Text
7. LAMPIRAN.pdf

Download (4MB)

Abstract

Latar Belakang: Infeksi Menular Seksual (IMS) merupakan masalah kesehatan
masyarakat yang masih menjadi perhatian. Berbagai faktor diduga berhubungan
dengan kejadian IMS, antara lain karakteristik responden, riwayat penyakitseksual, penggunaan kondom, tingkat pengetahuan, dan perilaku seksual berisiko.Klinik X Jakarta Utara mencatat tingginya kunjungan pasien dengan keluhan
maupun diagnosis IMS sehingga diperlukan penelitian mengenai faktor-faktoryang berhubungan dengan kejadian IMS.
Tujuan: Mengetahui angka kejadian IMS serta menganalisis hubungan
karakteristik responden, riwayat pasangan dengan IMS, penggunaan kondom,tingkat pengetahuan, dan perilaku seksual berisiko dengan kejadian IMS padapasien di Klinik X Jakarta Utara Tahun 2026.
Metodologi: Penelitian menggunakan desain deskriptif korelasi dengan
pendekatan cross-sectional. Populasi berjumlah 106 pasien IMS yang berobat diKlinik X. Sampel dipilih menggunakan purposive sampling berdasarkan kriteriainklusi dan eksklusi. Data dikumpulkan melalui kuesioner dan rekam medis.Analisis dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji Chi-Squaredengan tingkat kemaknaan α = 0,05.
Hasil: Kejadian IMS sebesar 45,8%. Terdapat hubungan bermakna antara statuspernikahan (p=0,003), riwayat pasangan dengan IMS (p=0,000), dan perilakuseksual berisiko (p=0,002) dengan kejadian IMS. Sementara itu, usia, jeniskelamin, pendidikan, sosial ekonomi, penggunaan kondom, dan tingkatpengetahuan tidak menunjukkan hubungan bermakna (p>0,05).
Kesimpulan: Status pernikahan, riwayat pasangan dengan IMS, dan perilakuseksual berisiko berhubungan dengan kejadian IMS. Edukasi kesehatan
reproduksi dan promosi perilaku seksual yang aman perlu ditingkatkan sebagai
upaya pencegahan IMS.

Item Type: Thesis (Diploma)
Subjects: R Medicine > R Medicine (General)
Divisions: Skripsi > Fakultas Ilmu Kesehatan > Program Studi Kebidanan
Depositing User: Fitria Nur Indah Hasanah
Date Deposited: 29 Sep 2026 04:59
Last Modified: 29 Sep 2026 04:59
URI: https://repository.unas.ac.id/id/eprint/17268

Actions (login required)

View Item View Item