Zuchri, Ade Indriani (2026) DINAMIKA KEBIJAKAN EKONOMI POLITIK SAGU DAN KONFLIK SOSIAL: STUDI KASUS KONFLIK PERKEBUNAN SAGU DI KABUPATEN SORONG SELATAN PROVINSI PAPUA BARAT DAYA. Doctoral thesis, Universitas Nasional.
|
Text
COVER.pdf Download (1MB) |
|
|
Text
BAB I.pdf Download (542kB) |
|
|
Text
BAB II.pdf Download (864kB) |
|
|
Text
BAB III.pdf Download (899kB) |
|
|
Text
BAB IV.pdf Download (672kB) |
|
|
Text
BAB V.pdf Download (511kB) |
|
|
Text
BAB VI.pdf Download (231kB) |
|
|
Text
LAMPIRAN.pdf Download (1MB) |
Abstract
Penelitian ini mengkaji fenomena kutukan sumber daya alam dalam pembangunan perkebunan sagu industri, menganalisis bagaimana kelimpahan sumber daya alam secara paradoks menghasilkan kemiskinan, ketimpangan, dan konflik kekerasan daripada kemakmuran bersama. Menggunakan metodologi studi kasus kualitatif dengan 19 wawancara informan kunci dan tiga diskusi kelompok terarah yang dilaksanakan selama 18 bulan, penelitian ini menginvestigasi dinamika ekonomi politik yang menghubungkan kebijakan negara, strategi korporasi, dan respons masyarakat adat dalam konteks di mana konsesi perkebunan skala besar menggantikan sistem subsisten adat. Temuan mengungkapkan tiga mekanisme yang saling terkait melalui mana kekayaan sumber daya menjadi kutukan bagi populasi adat. Secara ekonomi, transformasi industri menghasilkan efek Dutch Disease lokal, menggantikan sistem produktif tradisional tanpa menghasilkan lapangan kerja kompensatori, mengurangi penyerapan tenaga kerja sebesar 75 persen dan penangkapan nilai lokal sebesar 85 persen sambil mengorientasikan produksi ke pasar ekspor daripada ketahanan pangan lokal. Secara politik, pembangunan perkebunan mencontohkan dinamika negara rentenir di mana elite politik memperoleh otoritas dari mengendalikan akses sumber daya daripada tata kelola yang responsif, secara sistematis mengecualikan masyarakat adat dari pengambilan keputusan dan mengkorupsi kepemimpinan adat melalui imbalan finansial yang merusak sistem otoritas tradisional. Secara sosial, operasi industri menghasilkan ketimpangan ekstrem dalam komunitas yang sebelumnya egaliter, memicu konflik kekerasan atas sumber daya yang semakin langka, dan secara sistematis mengikis praktik budaya dan pengetahuan ekologis yang fundamental bagi identitas kolektif. Analisis mendemonstrasikan bahwa kutukan sumber daya beroperasi bukan melalui sifat inheren sumber daya alam melainkan melalui struktur ekonomi-politik yang disengaja yang memfasilitasi akumulasi modal melalui perampasan. Memecahkan kutukan ini membutuhkan restrukturisasi tata kelola fundamental menuju penentuan nasib sendiri masyarakat adat, persetujuan bebas, didahulukan, dan diinformasikan yang wajib, pembagian manfaat transparan yang memastikan penangkapan nilai lokal, pengakuan sistem penguasaan adat, dan pengembalian tanah yang teralienasi untuk memungkinkan revitalisasi budaya dan mata pencaharian berkelanjutan.
| Item Type: | Thesis (Doctoral) |
|---|---|
| Subjects: | J Political Science > JA Political science (General) J Political Science > JQ Political institutions Asia |
| Divisions: | Tesis dan Disertasi > Sekolah Pasca Sarjana > Program Studi S3 Ilmu Politik |
| Depositing User: | Miss Yulia Zahra Yamini |
| Date Deposited: | 23 Jul 2026 03:10 |
| Last Modified: | 23 Jul 2026 03:10 |
| URI: | https://repository.unas.ac.id/id/eprint/17130 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
