Difinubun, Muhar Syahdi (2026) Ideologi Lingkungan dalam Bahasa Kebijakan tentang Pengendalian Alih Fungsi Lahan dan Narasi Ekologis Lokal pada Masyarakat Tambun Utara: Analisis Ekolinguistik. Masters thesis, Universitas Nasional.
|
Text
COVER.pdf Download (2MB) |
|
|
Text
BAB I.pdf Download (646kB) |
|
|
Text
BAB II.pdf Download (1MB) |
|
|
Text
BAB III.pdf Download (722kB) |
|
|
Text
BAB IV.pdf Download (988kB) |
|
|
Text
BAB V.pdf Download (537kB) |
|
|
Text
LAMPIRAN.pdf Download (1MB) |
Abstract
MUHAR SYAHDI DIFINUBUN. Ideologi Lingkungan dalam Bahasa Kebijakan tentang Pengendalian Alih Fungsi Lahan dan Narasi Ekologis Lokal pada Masyarakat Tambun Utara: Analisis Ekolinguistik (dibimbing oleh Somadi Sostrohadi dan Tadjuddin Nur).
Alih fungsi lahan di wilayah penyangga metropolitan merupakan persoalan lingkungan yang tidak hanya berkaitan dengan perubahan fisik ruang, tetapi juga dengan cara bahasa membentuk cara pandang manusia terhadap alam. Dalam perspektif ekolinguistik, bahasa dipahami sebagai medium yang memproduksi dan menyebarkan stories we live by yang memengaruhi bagaimana lingkungan dipahami, dinilai, dan dikelola dalam kebijakan publik. Kecamatan Tambun Utara, Kabupaten Bekasi, sebagai bagian dari kawasan metropolitan Jabodetabek, mengalami tekanan urbanisasi yang intensif akibat ekspansi permukiman dan kawasan industri yang berdampak pada degradasi ekologis serta perubahan relasi sosial-ekologis masyarakat lokal. Dalam konteks ini, Peraturan Gubernur Jawa Barat Nomor 11 Tahun 2025 tentang Pengendalian Alih Fungsi Lahan tidak hanya berfungsi sebagai instrumen regulatif, tetapi juga sebagai wacana yang membentuk cara pandang tertentu mengenai relasi antara pembangunan dan lingkungan. Sejumlah penelitian tentang perubahan penggunaan lahan di Bekasi umumnya menitikberatkan pada aspek hidrologi, ekonomi pembangunan, dan dampak sosial lingkungan. Sementara itu, penelitian ekolinguistik lebih banyak berfokus pada wacana media atau pendidikan bahasa. Kajian yang menghubungkan bahasa kebijakan lingkungan dengan narasi ekologis masyarakat lokal dalam satu kerangka ekolinguistik kritis masih relatif terbatas. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis konstruksi bahasa dalam Peraturan Gubernur Jawa Barat Nomor 11 Tahun 2025 serta membandingkannya dengan narasi ekologis lokal masyarakat Kecamatan Tambun Utara. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan paradigma kritis dan kerangka teori ekolinguistik Arran Stibbe, khususnya konsep stories we live by. Data diperoleh melalui studi dokumen kebijakan, analisis pemberitaan media daring, dan wawancara mendalam dengan masyarakat lokal. Analisis dilakukan melalui identifikasi kosakata, frasa, dan struktur wacana yang merepresentasikan cara pandang terhadap alam dan pembangunan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bahasa kebijakan dan wacana media cenderung memproduksi destructive stories yang membingkai lingkungan sebagai objek pengelolaan teknokratis. Sebaliknya, narasi ekologis lokal masyarakat Tambun Utara merepresentasikan beneficial stories yang menempatkan tanah, kali/sungai, dan kampung sebagai ruang hidup ekologis dan kultural. Kebaruan penelitian ini terletak pada analisis komparatif antara bahasa kebijakan negara, wacana media, dan narasi ekologis
masyarakat dalam perspektif ekolinguistik kritis.
| Item Type: | Thesis (Masters) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | ekolinguistik, ideologi lingkungan, bahasa kebijakan, stories we live by, narasi ekologis lokal. |
| Subjects: | P Language and Literature > P Philology. Linguistics |
| Divisions: | Tesis dan Disertasi > Sekolah Pasca Sarjana > Program Studi S2 Lingusitik |
| Depositing User: | Delvy Aplirizani - |
| Date Deposited: | 16 Jul 2026 04:18 |
| Last Modified: | 16 Jul 2026 04:18 |
| URI: | https://repository.unas.ac.id/id/eprint/17103 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
