Destian, Bagus Resa (2026) Peningkatan Layanan Digital Multi Finance Melalui Integrasi Enterprise Architecture TOGAF 10 dan ISO/IEC 20000-1:2018 (Studi Kasus :PT XYZ Multi Finance). Masters thesis, Universitas Nasional.
|
Text
COVER.pdf Download (1MB) |
|
|
Text
BAB 1.pdf Download (244kB) |
|
|
Text
BAB 2.pdf Download (974kB) |
|
|
Text
BAB 3.pdf Download (2MB) |
|
|
Text
BAB 4.pdf Download (3MB) |
|
|
Text
BAB 5.pdf Download (248kB) |
|
|
Text
BAB 6.pdf Download (178kB) |
|
|
Text
LAMPIRAN.pdf Download (2MB) |
Abstract
Transformasi digital pada industri multifinance menuntut perusahaan untuk tidak
hanya mengadopsi teknologi, tetapi juga memastikan keselarasan antara strategi bisnis, arsitektur teknologi informasi, dan pengelolaan layanan digital. PT XYZ Multi Finance sebagai perusahaan pembiayaan berbasis teknologi menghadapi tantangan berupa fragmentasi sistem, belum terdokumentasinya arsitektur enterprise secara menyeluruh, serta belum terstandarisasinya manajemen layanan digital sesuai standar internasional. Kondisi tersebut berpotensi mempengaruhi stabilitas layanan, konsistensi proses bisnis, dan kualitas pengalaman pelanggan. Penelitian ini bertujuan untuk merancang model peningkatan layanan digital melalui integrasi Enterprise Architecture menggunakan TOGAF 10 dan sistem manajemen layanan berbasis ISO/IEC 20000-1:2018. Pendekatan yang digunakan adalah Design Science Research (DSR) dengan tahapan analisis kondisi eksisting (baseline architecture), analisis kesenjangan (gap analysis), perancangan arsitektur target (business, data, application, dan technology architecture), serta pengembangan model integrasi hybrid antara fase Architecture Development Method (ADM) dan klausul ISO/IEC 20000-1. Data diperoleh melalui wawancara semi terstruktur, observasi, dan studi dokumen internal perusahaan.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa integrasi TOGAF dan ISO/IEC 20000-1 menghasilkan blueprint arsitektur layanan digital yang terstruktur serta sistem manajemen layanan yang terdokumentasi dan terukur. Model integrasi hybrid yang dikembangkan mampu menjembatani perencanaan strategis arsitektur dengan pengendalian operasional layanan melalui pemetaan sistematis antara fase ADM dan klausul standar ISO. Secara konseptual, penerapan model ini berpotensi meningkatkan stabilitas layanan, menurunkan risiko downtime, meningkatkan kepatuhan terhadap Service Level Agreement (SLA), serta memperkuat tata kelola teknologi informasi.
Penelitian ini memberikan kontribusi teoretis berupa model integrasi eksplisit antara TOGAF 10 dan ISO/IEC 20000-1:2018 dalam konteks industri multifinance, serta kontribusi praktis berupa rekomendasi blueprint dan roadmap implementasi layanan digital yang berkelanjutan. Integrasi arsitektur enterprise dan manajemen layanan terbukti menjadi pendekatan strategis dalam memastikan transformasi digital yang terstruktur, terukur, dan berkelanjutan
| Item Type: | Thesis (Masters) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Enterprise Architecture, TOGAF 10, ISO/IEC 20000-1:2018, IT Service Management, Transformasi Digital, Layanan Digital, Multifinance, Design Science Research. |
| Subjects: | Q Science > Q Science (General) Q Science > QA Mathematics |
| Divisions: | Tesis dan Disertasi > Sekolah Pasca Sarjana > Program Studi S2 Teknologi Informasi |
| Depositing User: | Delvy Aplirizani - |
| Date Deposited: | 16 Jul 2026 03:52 |
| Last Modified: | 16 Jul 2026 03:52 |
| URI: | https://repository.unas.ac.id/id/eprint/17096 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
