Amalia, Eliza (2026) AGRESIVITAS VERBAL TERHADAP TOKOH UTAMA “GRACE ADAMS” DALAM NOVEL MALICE KARYA DANIELLE STEEL: TINJAUAN PSIKOLINGUISTIK. Masters thesis, UNIVERSITAS NASIONAL.
|
Text
COVER.pdf Download (4MB) |
|
|
Text
BAB I.pdf Download (292kB) |
|
|
Text
BAB II.pdf Download (620kB) |
|
|
Text
BAB III.pdf Download (150kB) |
|
|
Text
BAB IV.pdf Download (305kB) |
|
|
Text
BAB V.pdf Download (139kB) |
|
|
Text
LAMPIRAN.pdf Download (178kB) |
Abstract
Eliza Amalia, Agresivitas Verbal Terhadap Tokoh Utama “Grace Adams” Dalam
Novel Malice Karya Danielle Steel: Tinjauan Psikolinguistik, Dr. Tadjuddin Nur, S.S, M.M
dan Dr. Siti Tuti Alawiyah, M.Hum.
Agresivitas verbal di ranah domestik sering kali luput dari pengamatan publik karena
tertutup oleh topeng kesopanan dan status sosial keluarga kelas atas (upper-middle
class), padahal dampaknya mampu merusak struktur mental korban secara permanen.
Fenomena kekerasan tak kasatmata inilah yang terekam dalam novel Malice (1996)
karya Danielle Steel, di mana bahasa digunakan bukan sebagai alat komunikasi,
melainkan instrumen penindasan. Berangkat dari realitas tersebut, penelitian ini
merumuskan masalah mengenai bagaimana bentuk tindak tutur agresif, bagaimana
relasi kuasa bekerja di baliknya, dan bagaimana dampaknya terhadap kondisi
psikologis tokoh utama, Grace Adams. Tujuan penelitian ini adalah untuk membongkar
mekanisme agresivitas verbal instrumental, mendekonstruksi praktik dominasi
simbolik, serta melacak jejak trauma linguistik yang dialami korban. Penelitian ini
menerapkan desain Metode Campuran (Mixed Methods) dengan strategi Embedded
Concurrent, yang mengintegrasikan pendekatan kualitatif dan kuantitatif secara
simultan. Analisis kualitatif digunakan sebagai metode dominan untuk membedah
makna dan proses trauma, sementara analisis kuantitatif disematkan untuk memetakan
frekuensi dan persentase distribusi tindak tutur. Landasan teori yang digunakan bersifat
integratif, menggabungkan Teori Tindak Tutur J.R. Searle untuk membedah bentuk
bahasa, Teori Relasi Kuasa Pierre Bourdieu untuk menganalisis konteks dominasi, dan
Teori Psikolinguistik Lev Vygotsky untuk mengungkap dampak internalisasi trauma.
Hasil penelitian menyimpulkan bahwa agresivitas verbal dalam novel ini bersifat
instrumental, yang dibuktikan secara statistik melalui dominasi tindak tutur Direktif
(43,6%) untuk kontrol fisik dan Asertif (33,3%) untuk manipulasi kebenaran. Efektivitas
kekerasan ini bersumber dari ketimpangan modal simbolik ekstrem antara Ayah
(patriarki) dan anak, yang menciptakan mekanisme misrecognition, di mana korban
menerima penindasan sebagai kewajiban moral. Dampak fatal dari proses ini adalah
terjadinya internalisasi trauma, di mana ujaran kasar dari luar (external speech) diserap
dan bertransformasi menjadi ujaran batin (inner speech) yang destruktif. Hal ini
menyebabkan distorsi konsep diri dan pembungkaman diri (self-silencing),
membuktikan bahwa agresi lisan mampu mencederai hakikat kemanusiaan korban
secara mendalam dan nyata,
| Item Type: | Thesis (Masters) |
|---|---|
| Subjects: | P Language and Literature > P Philology. Linguistics P Language and Literature > PN Literature (General) |
| Divisions: | Tesis dan Disertasi > Sekolah Pasca Sarjana > Program Studi S2 Lingusitik |
| Depositing User: | Delvy Aplirizani - |
| Date Deposited: | 15 Jul 2026 07:50 |
| Last Modified: | 15 Jul 2026 07:50 |
| URI: | https://repository.unas.ac.id/id/eprint/17071 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
