STRATEGI KOMUNIKASI POLITIK RICO WAAS DAN H. ZAKIYUDDIN PADA PEMILIHAN KEPALA DAERAH KOTA MEDAN 2024

Tarigan, Jemian Osean (2026) STRATEGI KOMUNIKASI POLITIK RICO WAAS DAN H. ZAKIYUDDIN PADA PEMILIHAN KEPALA DAERAH KOTA MEDAN 2024. Diploma thesis, UNIVERSITAS NASIONAL.

[thumbnail of COVER.pdf] Text
COVER.pdf

Download (2MB)
[thumbnail of BAB I.pdf] Text
BAB I.pdf

Download (1MB)
[thumbnail of BAB II.pdf] Text
BAB II.pdf

Download (623kB)
[thumbnail of BAB III.pdf] Text
BAB III.pdf

Download (521kB)
[thumbnail of BAB IV.pdf] Text
BAB IV.pdf

Download (702kB)
[thumbnail of BAB V.pdf] Text
BAB V.pdf

Download (399kB)
[thumbnail of LAMPIRAN.pdf] Text
LAMPIRAN.pdf

Download (10MB)

Abstract

Penelitian ini membahas strategi komunikasi politik yang digunakan oleh Rico Tri Putra Bayu
Waas dan H. Zakiyuddin Harahap dalam Pilkada Kota Medan Tahun 2024. Pilkada merupakan
proses demokrasi di mana masyarakat memilih kepala daerah secara langsung, sehingga calon
pemimpin harus mampu menyampaikan visi, misi, dan program kerja dengan cara yang mudah
dipahami dan menarik bagi masyarakat. Penelitian ini menggunakan teori komunikasi politik
dan teori marketing politik. Adapun teori ini digunakan untuk menganalisis praktik komunikasi
politik dan marketing politik dalam Pilkada Kota Medan. Penelitian ini menggunakan metode
kualitatif dengan teknik wawancara, observasi kegiatan kampanye, dan pengumpulan dokumen
seperti materi kampanye dan data resmi KPU Kota Medan. Hasil penelitian menunjukkan
bahwa pasangan ini menggunakan dua cara utama dalam berkomunikasi, yaitu komunikasi
langsung seperti tatap muka, dialog dengan warga, dan kegiatan sosial-keagamaan, serta
komunikasi melalui media sosial untuk menjangkau pemilih muda dan masyarakat perkotaan.
Mereka membangun citra sebagai pemimpin muda, modern, dan religius untuk menarik
berbagai kelompok masyarakat. Namun, tingkat partisipasi pemilih yang hanya sekitar 34,81
persen menunjukkan bahwa strategi komunikasi tersebut belum sepenuhnya berhasil
meningkatkan keikutsertaan masyarakat dalam memilih. Hal ini dipengaruhi oleh faktor lain
seperti kejenuhan politik setelah pemilu nasional, sikap apatis masyarakat, dan anggapan
bahwa Pilkada kurang penting. Penelitian ini menyimpulkan bahwa komunikasi politik yang
baik perlu didukung oleh kondisi sosial dan kesadaran politik masyarakat agar partisipasi dapat
meningkat.

Item Type: Thesis (Diploma)
Subjects: H Social Sciences > H Social Sciences (General)
H Social Sciences > HM Sociology
J Political Science > JA Political science (General)
Divisions: Skripsi > Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik > Program Studi Ilmu Politik
Depositing User: Delvy Aplirizani -
Date Deposited: 13 Jul 2026 07:42
Last Modified: 13 Jul 2026 07:44
URI: https://repository.unas.ac.id/id/eprint/17002

Actions (login required)

View Item View Item