Nuroto, Shaddam Fathurr Rizqi (2026) NEGOSISASI NILAI – NILAI LOKAL DALAM MODERNITAS: STUDI KASUS KOMUNITAS SILAT CINGRIG BETAWI DI RAWABELONG JAKARTA BARAT. Diploma thesis, Universitas Nasional.
|
Text
Cover.pdf Download (1MB) |
|
|
Text
BAB I.pdf Download (556kB) |
|
|
Text
BAB II.pdf Download (612kB) |
|
|
Text
BAB III.pdf Download (534kB) |
|
|
Text
BAB IV.pdf Download (695kB) |
|
|
Text
BAB V.pdf Download (389kB) |
|
|
Text
LAMPIRAN.pdf Download (1MB) |
Abstract
Penelitian ini menganalisis proses negosiasi nilai-nilai lokal dalam konteks
modernitas melalui studi kasus komunitas Silat Cingkrig Betawi di Rawabelong, Jakarta Barat. Transformasi sosial akibat urbanisasi dan globalisasi telah memicu tekanan terhadap eksistensi budaya lokal, khususnya budaya Betawi sebagai identitas kultural masyarakat asli Jakarta. Dalam situasi tersebut, praktik Silat Cingkrig tidak hanya berfungsi sebagai seni bela diri tradisional, tetapi juga sebagai institusi sosial yang mereproduksi nilai moral, spiritual, dan solidaritas kolektif komunitas. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus, melibatkan teknik observasi partisipatif, wawancara mendalam, dan dokumentasi terhadap guru silat, anggota komunitas, pengurus, serta tokoh masyarakat sekitar. Analisis data dilakukan secara tematik-interpretatif dengan kerangka teori habitus Pierre Bourdieu untuk memahami relasi antara disposisi budaya, ranah sosial, dan modal simbolik komunitas.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa komunitas Silat Cingkrig mempertahankan nilai lokal seperti penghormatan kepada guru, disiplin, solidaritas sosial, kebersamaan, dan penghargaan terhadap tradisi leluhur melalui praktik latihan, ritual simbolik, dan interaksi keseharian. Strategi negosiasi budaya dilakukan melalui adaptasi selektif terhadap unsur modern tanpa menghilangkan inti identitas tradisional. Proses ini menegaskan bahwa budaya lokal tidak bersifat statis, melainkan dinamis dan mampu bertransformasi sebagai strategi praksis dalam menghadapi tekanan homogenisasi budaya urban. Dengan demikian, komunitas Silat Cingkrig di Rawabelong berperan sebagai ruang sosial alternatif yang memungkinkan keberlanjutan identitas budaya Betawi di tengah perubahan struktur masyarakat kota.
| Item Type: | Thesis (Diploma) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | negosiasi budaya, habitus, budaya Betawi, Silat Cingkrig, modernitas urban. |
| Subjects: | G Geography. Anthropology. Recreation > GR Folklore G Geography. Anthropology. Recreation > GV Recreation Leisure H Social Sciences > H Social Sciences (General) H Social Sciences > HM Sociology |
| Divisions: | Skripsi > Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik > Program Studi Sosiologi |
| Depositing User: | Fitria Nur Indah Hasanah |
| Date Deposited: | 09 Jul 2026 04:40 |
| Last Modified: | 09 Jul 2026 04:40 |
| URI: | https://repository.unas.ac.id/id/eprint/16975 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
