Nurhalizah, Sarah (2026) TREN PENUNDAAN PERNIKAHAN (WAITHOOD) SEBAGAI BENTUK RESISTENSI SIMBOLIK TERHADAP BUDAYA PATRIARKI (STUDI PADA PEREMPUAN KARIR DI KELURAHAN PELA MAMPANG, JAKARTA SELATAN). Diploma thesis, Universitas Nasional.
|
Text
COVER.pdf Download (973kB) |
|
|
Text
BAB I.pdf Download (624kB) |
|
|
Text
BAB II.pdf Download (605kB) |
|
|
Text
BAB III.pdf Download (481kB) |
|
|
Text
BAB IV.pdf Download (956kB) |
|
|
Text
BAB V.pdf Download (438kB) |
|
|
Text
LAMPIRAN.pdf Download (1MB) |
Abstract
Fenomena penundaan pernikahan (waithood) semakin banyak dijumpai di kalangan
perempuan karier, khususnya di wilayah perkotaan. Dalam masyarakat yang masih dipengaruhi oleh budaya patriarki, pernikahan kerap diposisikan sebagai tahapan hidup yang wajib segera dijalani oleh perempuan, sehingga keputusan untuk menunda menikah sering kali dipandang sebagai penyimpangan dari norma sosial. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji tren penundaan pernikahan (waithood) pada perempuan karier di Kelurahan Pela Mampang, Jakarta Selatan, serta menganalisis waithood sebagai bentuk resistensi simbolik terhadap budaya patriarki. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode fenomenologi. Data diperoleh melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi terhadap perempuan karier yang memilih menunda pernikahan. Analisis data dilakukan dengan menggunakan perspektif otonomi relasional Marilyn Friedman untuk melihat bagaimana perempuan membangun otonomi dalam relasi sosialnya, serta teori resistensi James C. Scott untuk memahami bentuk-bentuk resistensi tertutup yang dilakukan perempuan dalam menghadapi tekanan sosial terkait pernikahan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penundaan pernikahan pada perempuan karier dipengaruhi oleh keinginan untuk mencapai kesiapan mental dan finansial, pergeseran makna usia menikah, selektivitas dalam memilih pasangan, serta pandangan bahwa karier merupakan bagian penting dari identitas dan kemandirian diri. Waithood tidak semata-mata dipahami sebagai keterlambatan menikah, melainkan sebagai strategi simbolik perempuan untuk menegosiasikan posisi dan perannya dalam struktur sosial yang patriarkis. Melalui praktik-praktik sehari-hari seperti menghindari konflik secara terbuka, mengiyakan tuntutan sosial secara simbolik, dan memilih diam, perempuan menunjukkan bentuk resistensi tertutup terhadap norma patriarki tanpa harus berhadapan secara langsung.
| Item Type: | Thesis (Diploma) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | waithood, penundaan pernikahan, perempuan karier, resistensi simbolik,budaya patriarki |
| Subjects: | H Social Sciences > H Social Sciences (General) H Social Sciences > HM Sociology H Social Sciences > HQ The family. Marriage. Woman |
| Divisions: | Skripsi > Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik > Program Studi Sosiologi |
| Depositing User: | Fitria Nur Indah Hasanah |
| Date Deposited: | 09 Jul 2026 04:36 |
| Last Modified: | 09 Jul 2026 04:36 |
| URI: | https://repository.unas.ac.id/id/eprint/16973 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
