DINAMIKA NEGOSIASI AKTOR INFORMAL DI TEMPAT PEMBUANGAN SAMPAH SEBAGAI ARENA SOSIAL DI KALIBATA JAKARTA SELATAN

Sauqi, Ibnu (2026) DINAMIKA NEGOSIASI AKTOR INFORMAL DI TEMPAT PEMBUANGAN SAMPAH SEBAGAI ARENA SOSIAL DI KALIBATA JAKARTA SELATAN. Diploma thesis, Universitas Nasional.

[thumbnail of COVER.pdf] Text
COVER.pdf

Download (1MB)
[thumbnail of BAB I.pdf] Text
BAB I.pdf

Download (534kB)
[thumbnail of BAB II.pdf] Text
BAB II.pdf

Download (823kB)
[thumbnail of BAB III.pdf] Text
BAB III.pdf

Download (576kB)
[thumbnail of BAB IV.pdf] Text
BAB IV.pdf

Download (2MB)
[thumbnail of BAB V.pdf] Text
BAB V.pdf

Download (426kB)
[thumbnail of LAMPIRAN.pdf] Text
LAMPIRAN.pdf

Download (2MB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis proses negosiasi antaraktor dalam
pengelolaan sampah di Tempat Pembuangan Sampah (TPS) Kalibata, Kecamatan
Pancoran, Jakarta Selatan. Fokus penelitian diarahkan pada interaksi antara aktor
informal dan formal, yaitu pemulung senior, pemulung junior, pengepul, petugas TPS,
serta aktor ekonomi di sekitar TPS, dan bagaimana posisi sosial, pengalaman kerja,
serta akses terhadap sumber daya memengaruhi pola negosiasi yang berlangsung.
Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Teknik
pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, observasi lapangan, dan
dokumentasi terhadap aktor-aktor yang terlibat langsung dalam aktivitas sehari-hari di
TPS Kalibata. Hasil penelitian menunjukkan bahwa negosiasi di TPS Kalibata tidak
berlangsung secara setara dan tidak selalu diekspresikan dalam bentuk aturan formal.
Negosiasi lebih banyak terjadi melalui kesepakatan tidak tertulis, penyesuaian perilaku,
serta pemahaman bersama mengenai batas ruang kerja, waktu aktivitas, dan akses
terhadap sampah bernilai ekonomi. Pemulung senior cenderung memiliki posisi sosial
yang lebih kuat karena pengalaman dan pengakuan kolektif, sehingga memiliki ruang
tawar yang lebih besar dalam proses negosiasi. Sebaliknya, pemulung junior berada
pada posisi adaptif yang menuntut kepatuhan terhadap struktur sosial yang telah
terbentuk. Pengepul memiliki pengaruh dominan dalam aspek ekonomi melalui kontrol
harga dan akses pasar, sementara petugas TPS berperan sebagai mediator yang
menyeimbangkan aturan formal dengan praktik sosial informal di lapangan.

Item Type: Thesis (Diploma)
Subjects: H Social Sciences > H Social Sciences (General)
H Social Sciences > HM Sociology
Divisions: Skripsi > Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik > Program Studi Sosiologi
Depositing User: Fitria Nur Indah Hasanah
Date Deposited: 09 Jul 2026 04:35
Last Modified: 09 Jul 2026 04:35
URI: https://repository.unas.ac.id/id/eprint/16972

Actions (login required)

View Item View Item