DISFUNGSI KELUARGA DALAM PENGGUNAAN MEDIA SOSIAL DAN PERUBAHAN INTERAKSI SOSIAL REMAJA DI ERA DIGITAL (STUDI DI KECAMATAN MAKASAR, JAKARTA TIMUR)

Kusuma, Agustian Indra (2026) DISFUNGSI KELUARGA DALAM PENGGUNAAN MEDIA SOSIAL DAN PERUBAHAN INTERAKSI SOSIAL REMAJA DI ERA DIGITAL (STUDI DI KECAMATAN MAKASAR, JAKARTA TIMUR). Diploma thesis, Universitas Nasional.

[thumbnail of COVER.pdf] Text
COVER.pdf

Download (995kB)
[thumbnail of BAB I.pdf] Text
BAB I.pdf

Download (403kB)
[thumbnail of BAB II.pdf] Text
BAB II.pdf

Download (580kB)
[thumbnail of BAB III.pdf] Text
BAB III.pdf

Download (387kB)
[thumbnail of BAB IV.pdf] Text
BAB IV.pdf

Download (783kB)
[thumbnail of BAB V.pdf] Text
BAB V.pdf

Download (333kB)
[thumbnail of LAMPIRAN.pdf] Text
LAMPIRAN.pdf

Download (1MB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis bentuk disfungsi keluarga dalam konteks
penggunaan media sosial serta keterkaitannya dengan perubahan interaksi sosial remaja
di era digital. Kajian ini berangkat dari fenomena meningkatnya intensitas penggunaan
media sosial pada remaja perkotaan yang berpotensi menggeser peran keluarga sebagai
agen sosialisasi primer. Berbeda dari penelitian sebelumnya yang lebih menekankan
aspek komunikasi keluarga atau dampak media secara umum, penelitian ini secara
khusus menelaah pelemahan fungsi keluarga sebagai konteks sosial yang memperkuat
pengaruh media sosial terhadap pembentukan pola interaksi remaja. Kerangka analisis
utama yang digunakan adalah Teori Kultivasi, yang menjelaskan bagaimana paparan
media yang berulang membentuk persepsi dan makna sosial individu. Penelitian
dilakukan di Kecamatan Makasar, Jakarta Timur, menggunakan pendekatan kualitatif
dengan jenis studi kasus. Informan terdiri dari remaja, orang tua, dan informan
pendukung dari lingkungan sosial sekitar. Data diperoleh melalui wawancara
mendalam, observasi, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model
analisis interaktif melalui proses reduksi data, penyajian data, dan penarikan
kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keluarga tetap menjalankan fungsi
sosialisasi dan pendidikan, fungsi afektif, serta fungsi perlindungan, namun
pelaksanaannya tidak selalu optimal. Disfungsi keluarga dalam penelitian ini tidak
muncul sebagai kegagalan total, melainkan sebagai pelemahan parsial yang tampak
dalam berkurangnya intensitas komunikasi langsung, melemahnya kedekatan
emosional, dan keterbatasan pengawasan terhadap aktivitas digital remaja. Kondisi
tersebut memperbesar ruang bagi media sosial untuk berperan sebagai agen sosialisasi
alternatif yang menanamkan nilai, norma, dan pola interaksi baru. Perubahan interaksi
sosial remaja ditandai oleh pergeseran dari komunikasi tatap muka menuju komunikasi
daring yang lebih singkat, simbolik, dan fleksibel. Temuan ini menegaskan bahwa
perubahan interaksi sosial remaja merupakan hasil interaksi antara keterbatasan fungsi
keluarga dan proses kultivasi makna sosial melalui media digital. Secara teoretis,
penelitian ini memperluas penerapan Teori Kultivasi dalam konteks keluarga sebagai
arena sosialisasi, serta memperkaya kajian sosiologi keluarga dan media di masyarakat
urban.

Item Type: Thesis (Diploma)
Subjects: H Social Sciences > H Social Sciences (General)
H Social Sciences > HM Sociology
Divisions: Skripsi > Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik > Program Studi Sosiologi
Depositing User: Fitria Nur Indah Hasanah
Date Deposited: 09 Jul 2026 04:06
Last Modified: 09 Jul 2026 04:06
URI: https://repository.unas.ac.id/id/eprint/16957

Actions (login required)

View Item View Item