REPRESIFITAS SIBER SEBAGAI BENTUK PANOPTIKON VIRTUAL PADA KEBEBASAN PERS (STUDI PADA TEMPO MEDIA GROUP)

PUTRI, ADINDA SALSA ARYADI (2026) REPRESIFITAS SIBER SEBAGAI BENTUK PANOPTIKON VIRTUAL PADA KEBEBASAN PERS (STUDI PADA TEMPO MEDIA GROUP). Diploma thesis, Universitas Nasional.

[thumbnail of COVER.pdf] Text
COVER.pdf

Download (894kB)
[thumbnail of BAB I.pdf] Text
BAB I.pdf

Download (431kB)
[thumbnail of BAB II.pdf] Text
BAB II.pdf

Download (905kB)
[thumbnail of BAB III.pdf] Text
BAB III.pdf

Download (614kB)
[thumbnail of BAB IV.pdf] Text
BAB IV.pdf

Download (1MB)
[thumbnail of BAB V.pdf] Text
BAB V.pdf

Download (624kB)
[thumbnail of LAMPIRAN.pdf] Text
LAMPIRAN.pdf

Download (1MB)

Abstract

Kebebasan pers di era digital menghadapi tantangan baru berupa represifitas siber yang beroperasi sebagai panoptikon virtual. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis represifitas siber sebagai bentuk panoptikon virtual yang membatasi kebebasan pers Tempo serta mengidentifikasi strategi seperti apa yang digunakan Tempo untuk menangani hal tersebut. Metode campuran dengan pendekatan etnografi digital dan deskriptif kualitatif digunakan pada penelitian ini. Proses pengumpulan data termasuk wawancara mendalam dengan dua informan utama Tempo dan "scraping" data dari akun Instagram @tempodotco. Analisis data dilakukan menggunakan analisis jaringan sosial (SNA), analisis jaringan teks (TNA), dan analisis emosi (SA) dengan model Multinomial Naive Bayes, bersama dengan analisis kualitatif Miles dan Huberman. Pada penelitian ini menunjukkan bahwa konten Instagram memicu serangan yang kemudian menyebar ke berbagai platform dan bentuk. Tempo mengalami berbagai jenis represifitas siber terstruktur, termasuk serangan Distributed Denial of Service (DDoS) terhadap situs web, "doxing", "phishing", "rating bombing", dan teror fisik berupa pengiriman kepala babi dan bangkai kepala tikus ke kantor redaksi. Selain itu, hasil analisis sentimen menunjukkan dominasi sentimen netral sebesar 80% pada postingan judi Kamboja,
80,37% pada postingan kepala babi, dan 58,59% pada postingan bangkai kepala tikus. Temuan penting menunjukkan bahwa meskipun represifitas siber menyebabkan trauma kolektif di redaksi, itu tidak menghasilkan "self-censorship" terhadap konten pemberitaan. Tujuh strategi pertahanan dikembangkan oleh Tempo. Mereka termasuk prinsip akurasi sebagai tameng, strategi publikasi "pace", membangun ekosistem solidaritas, keamanan digital multi-lapis, formalisasi Standard Operating Procedure (SOP) dan tim krisis, mekanisme pemulihan trauma
kolektif, dan navigasi algoritma dengan integritas.

Item Type: Thesis (Diploma)
Uncontrolled Keywords: Represifitas Siber, Panoptikon Virtual, Kebebasan Pers, Tempo, Platform Digital
Subjects: H Social Sciences > H Social Sciences (General)
H Social Sciences > HM Sociology
Divisions: Skripsi > Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik > Program Studi Sosiologi
Depositing User: Fitria Nur Indah Hasanah
Date Deposited: 09 Jul 2026 03:48
Last Modified: 09 Jul 2026 03:48
URI: https://repository.unas.ac.id/id/eprint/16953

Actions (login required)

View Item View Item