RUANG INKLUSI DALAM MASYARAKAT URBAN: DIFABIS COFFEE AND TEA SEBAGAI ARENA KONSTRUKSI SOSIAL (IDENTITAS DAN INTERAKSI SOSIAL KOMUNITAS TUNARUNGU)

Septiyani, Puspa Indah (2026) RUANG INKLUSI DALAM MASYARAKAT URBAN: DIFABIS COFFEE AND TEA SEBAGAI ARENA KONSTRUKSI SOSIAL (IDENTITAS DAN INTERAKSI SOSIAL KOMUNITAS TUNARUNGU). Diploma thesis, Universitas Nasional.

[thumbnail of COVER.pdf] Text
COVER.pdf

Download (1MB)
[thumbnail of BAB I.pdf] Text
BAB I.pdf

Download (416kB)
[thumbnail of BAB II.pdf] Text
BAB II.pdf

Download (404kB)
[thumbnail of BAB III.pdf] Text
BAB III.pdf

Download (393kB)
[thumbnail of BAB IV.pdf] Text
BAB IV.pdf

Download (903kB)
[thumbnail of BAB V.pdf] Text
BAB V.pdf

Download (288kB)
[thumbnail of LAMPIRAN..pdf] Text
LAMPIRAN..pdf

Download (1MB)

Abstract

Penyandang disabilitas tunarungu masih sering menghadapi kendala dalam mengakses ruang publik dan berpartisipasi secara setara dalam interaksi sosial. Ruang publik umumnya dibangun berdasarkan norma komunikasi verbal yang sering kali mengabaikan kebutuhan kelompok disabilitas. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran Difabis Coffee and Tea sebagai ruang publik alternatif yang menawarkan praktik inklusi sosial bagi komunitas tunarungu di Jakarta.

Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara mendalam dengan barista tunarungu, pengelola, dan pengunjung, serta dokumentasi. Analisis data dilakukan dengan menggunakan perspektif teori ruang publik Nancy Fraser, khususnya konsep counterpublic dan kesetaraan partisipasi (participatory parity).

Hasil penelitian menunjukkan bahwa Difabis Coffee and Tea berfungsi sebagai ruang publik alternatif yang memungkinkan barista tunarungu untuk berpartisipasi secara lebih setara melalui pola komunikasi visual dan relasi sosial yang inklusif. Barista tunarungu diposisikan sebagai subjek aktif dalam interaksi sosial, bukan sebagai objek belas kasihan. Namun, praktik kesetaraan partisipasi yang terbangun masih bergantung pada kesadaran dan sikap pengunjung dalam menyesuaikan diri selama proses interaksi. Penelitian ini menyimpulkan bahwa Difabis Coffee and Tea menghadirkan praktik inklusi sosial yang bermakna, meskipun belum sepenuhnya merepresentasikan kondisi ruang publik yang inklusif secara
menyeluruh.

Item Type: Thesis (Diploma)
Uncontrolled Keywords: inklusi sosial, ruang publik alternatif, tunarungu, Difabis Coffee and Tea
Subjects: H Social Sciences > H Social Sciences (General)
H Social Sciences > HM Sociology
H Social Sciences > HV Social pathology. Social and public welfare
Divisions: Skripsi > Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik > Program Studi Sosiologi
Depositing User: Irna Irna Yunita
Date Deposited: 08 Jul 2026 04:39
Last Modified: 09 Jul 2026 04:09
URI: https://repository.unas.ac.id/id/eprint/16931

Actions (login required)

View Item View Item