PERAN MODAL SOSIAL DALAM PENGUATAN KELEMBAGAAN EKONOMI MUHAMMADIYAH

Aulia, Firda (2026) PERAN MODAL SOSIAL DALAM PENGUATAN KELEMBAGAAN EKONOMI MUHAMMADIYAH. Diploma thesis, Universitas Nasional.

[thumbnail of Cover.pdf] Text
Cover.pdf

Download (590kB)
[thumbnail of BAB I.pdf] Text
BAB I.pdf

Download (283kB)
[thumbnail of BAB II.pdf] Text
BAB II.pdf

Download (390kB)
[thumbnail of BAB III.pdf] Text
BAB III.pdf

Download (326kB)
[thumbnail of BAB IV.pdf] Text
BAB IV.pdf

Download (564kB)
[thumbnail of BAB V.pdf] Text
BAB V.pdf

Download (273kB)
[thumbnail of LAMPIRAN.pdf] Text
LAMPIRAN.pdf

Download (800kB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran modal sosial dalam memperkuat kelembagaan ekonomi Muhammadiyah di Jakarta, khususnya pada Majelis Ekonomi dan Kewirausahaan, Serikat Usaha Muhammadiyah, dan Lembaga Amil Zakat Muhammadiyah (Lazismu). Modal sosial dipahami sebagai unsur penting yang mencakup kepercayaan (trust), norma (norms), dan jaringan sosial (networks) yang mendukung terciptanya kerja sama serta keberlanjutan program ekonomi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan menelaah berbagai sumber literatur dan temuan empiris guna memahami dinamika sosial dalam kelembagaan ekonomi Muhammadiyah. Pendekatan ini dipilih untuk memberikan gambaran mendalam mengenai bagaimana hubungan sosial berkontribusi terhadap efektivitas organisasi dalam mengembangkan kemandirian ekonomi umat.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa modal sosial memiliki peran yang sangat penting sebagai fondasi dalam menjaga efektivitas dan keberlanjutan program ekonomi Muhammadiyah. Tingginya tingkat kepercayaan antaranggota mendorong partisipasi aktif, memperkuat legitimasi lembaga, serta meminimalkan konflik internal. Selain itu, norma yang berlandaskan nilai-nilai Islam seperti amanah, keadilan, dan gotong royong menjadi pedoman dalam pengelolaan usaha dan dana sosial sehingga meningkatkan akuntabilitas organisasi. Jaringan sosial, baik internal maupun eksternal, juga terbukti memperluas akses terhadap informasi, sumber daya, dan peluang kerja sama. Ikatan internal (bonding) memperkuat solidaritas anggota, hubungan horizontal (bridging) membuka kolaborasi dengan berbagai pihak, sementara hubungan vertikal (linking) meningkatkan akses terhadap kebijakan dan dukungan program pemberdayaan ekonomi. Namun, penguatan modal sosial menghadapi tantangan akibat dinamika masyarakat perkotaan seperti meningkatnya individualisme dan perubahan pola interaksi sosial. Oleh karena itu, diperlukan strategi berkelanjutan melalui pemanfaatan digitalisasi, penguatan kapasitas sumber daya manusia, serta pengelolaan jaringan yang lebih inklusif agar kelembagaan ekonomi Muhammadiyah tetap adaptif dan berdaya saing.

Secara keseluruhan, penelitian ini menegaskan bahwa keberhasilan penguatan kelembagaan ekonomi Muhammadiyah tidak hanya ditentukan oleh aspek struktural dan manajerial, tetapi sangat dipengaruhi oleh kualitas modal sosial organisasi. Dengan menjaga keseimbangan antara nilai keislaman, kekuatan jaringan, dan kemampuan beradaptasi terhadap perubahan sosial ekonomi, Muhammadiyah memiliki potensi besar untuk terus memperkuat kemandirian ekonomi umat secara berkelanjutan.

Item Type: Thesis (Diploma)
Subjects: H Social Sciences > H Social Sciences (General)
H Social Sciences > HD Industries. Land use. Labor
H Social Sciences > HM Sociology
Divisions: Skripsi > Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik > Program Studi Sosiologi
Depositing User: Irna Irna Yunita
Date Deposited: 08 Jul 2026 04:02
Last Modified: 08 Jul 2026 04:02
URI: https://repository.unas.ac.id/id/eprint/16917

Actions (login required)

View Item View Item