MAKNA DIAM MAHASISWA UNIVERSITAS NASIONAL DALAM MENYIKAPI CYBERBULLYING DI MEDIA SOSIAL TIKTOK

Zulkurnain, Melati (2026) MAKNA DIAM MAHASISWA UNIVERSITAS NASIONAL DALAM MENYIKAPI CYBERBULLYING DI MEDIA SOSIAL TIKTOK. Diploma thesis, UNIVERSITAS NASIONAL.

[thumbnail of COVER .pdf] Text
COVER .pdf

Download (1MB)
[thumbnail of BAB 1.pdf] Text
BAB 1.pdf

Download (459kB)
[thumbnail of BAB 2.pdf] Text
BAB 2.pdf

Download (542kB)
[thumbnail of BAB 3.pdf] Text
BAB 3.pdf

Download (454kB)
[thumbnail of BAB 4.pdf] Text
BAB 4.pdf

Download (794kB)
[thumbnail of BAB 5.pdf] Text
BAB 5.pdf

Download (404kB)
[thumbnail of LAMPIRAN.pdf] Text
LAMPIRAN.pdf

Download (1MB)

Abstract

Cyberbullying di tiktok semakin marak di kalangan mahasiswa, berupa komentar
negatif, duet mengejek, dan penyebaran video tanpa izin, yang berdampak pada
kesehatan mental dan prestasi akademik. Banyak mahasiswa memilih diam, yang
sering disalahartikan sebagai ketidakpedulian, padahal menyimpan makna sebagai
strategi perlindungan diri atau pengendalian emosi. Penelitian kualitatif fenomenologi
dengan wawancara mendalam terhadap 5-10 mahasiswa Universitas Nasional yang
mengalami cyberbullying di tiktok, observasi, dan analisis tematik. Tujuan ini untuk
mengungkap makna diam sebagai strategi bertahan, dengan menggunakan Teori
Interaksi Simbolik dari Herbert Blumer. Manfaat teoritis memperkaya kajian
komunikasi digital, manfaat praktis mendorong literasi digital di kampus, dan manfaat
sosial untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terkait maraknya cyberbullying.
Diam dimaknai sebagai perlindungan diri dari eskalasi konflik, pengelolaan identitas
(self) agar tidak terlihat emosional, dan adaptasi terhadap tekanan sosial digital
(society), melalui proses interpretasi (mind). Temuan penelitian ini mengonfirmasi
bahwa makna diam mahasiswa terbentuk, dinegosiasikan, dan dimodifikasi melalui
proses interaksi simbolik di ruang digital tiktok. Tema mencakup ketakutan viralitas,
pengendalian emosi, dan prioritas kesehatan mental. Diam bukanlah bentuk pasifitas,
melainkan respons simbolik strategis yang memperkaya kajian komunikasi digital.
Saran yang dikaji dari penelitian untuk meningkatkan literasi digital dalam mencegah
cyberbullying terutama ditiktok. Temuan penelitian ini menunjukkan bahwa
mahasiswa menghindari merespons komentar negatif di tiktok agar konten tidak
semakin naik di FYP, karena algoritma platform akan meningkatkan visibilitasnya,
mempercepat viralitas, dan memperburuk konflik cyberbullying.

Item Type: Thesis (Diploma)
Subjects: H Social Sciences > HB Economic Theory
L Education > L Education (General)
Divisions: Skripsi > Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik > Program Studi Ilmu Komunikasi
Depositing User: Delvy Aplirizani -
Date Deposited: 02 Jul 2026 07:37
Last Modified: 02 Jul 2026 07:37
URI: https://repository.unas.ac.id/id/eprint/16857

Actions (login required)

View Item View Item