HUBUNGAN FUNGSI KELUARGA (FAMILY FUNCTION) DENGAN KEPATUHAN BEROBAT PADA PASIEN PENDERITA HIPERTENSI DI PUSKESMAS MATRAMAN JAKARTA TIMUR

Fitriani, Ismi Maharonita (2026) HUBUNGAN FUNGSI KELUARGA (FAMILY FUNCTION) DENGAN KEPATUHAN BEROBAT PADA PASIEN PENDERITA HIPERTENSI DI PUSKESMAS MATRAMAN JAKARTA TIMUR. Diploma thesis, Universitas Nasional.

[thumbnail of COVER.pdf] Text
COVER.pdf

Download (955kB)
[thumbnail of BAB I.pdf] Text
BAB I.pdf

Download (457kB)
[thumbnail of BAB II.pdf] Text
BAB II.pdf

Download (785kB)
[thumbnail of BAB III.pdf] Text
BAB III.pdf

Download (562kB)
[thumbnail of BAB IV.pdf] Text
BAB IV.pdf

Download (616kB)
[thumbnail of BAB V.pdf] Text
BAB V.pdf

Download (398kB)
[thumbnail of LAMPIRAN.pdf] Text
LAMPIRAN.pdf

Download (2MB)

Abstract

Latar Belakang: Hipertensi merupakan penyakit kronis yang membutuhkan
kepatuhan berobat jangka panjang untuk mencegah komplikasi. Kepatuhan berobat pasien hipertensi tidak hanya dipengaruhi oleh faktor individu, tetapi juga oleh fungsi keluarga. McMaster Model of Family Functioning (MMFF) menjelaskan bahwa fungsi keluarga terdiri dari beberapa dimensi yang dapat memengaruhi perilaku kesehatan pasien.
Tujuan: Untuk menganalisis hubungan fungsi keluarga dengan kepatuhan berobat pada pasien penderita hipertensi di Puskesmas Matraman, Jakarta Timur. Metodologi: Penelitian ini menggunakan desain cross-sectional dengan pendekatan kuantitatif. Sampel penelitian berjumlah 113 pasien hipertensi yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Instrumen yang digunakan adalah
Family Assessment Device (FAD) dan Morisky Medication Adherence Scale-8 (MMAS-8). Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji Spearman Rank.
Hasil Penelitian: (p = 0,004; r = 0,270), serta beberapa dari dimensi-dimensi seperti pemecahan masalah (p = 0,001; r = 0,303), responsivitas afektif (p = 0,011; r = 0,237), dan pengendalian perilaku (p = 0,003; r = 0,274) dengan kepatuhan berobat. Sementara itu, komunikasi, peran keluarga, dan keterlibatan afektif tidak menunjukkan hubungan yang signifikan dengan kepatuhan berobat (p > 0,05). Simpulan: Terdapat hubungan antara beberapa dimensi fungsi keluarga, khususnya
pemecahan masalah, responsivitas afektif, dan pengendalian perilaku, dengan kepatuhan berobat pada pasien penderita hipertensi. Hal ini menunjukkan bahwa fungsi keluarga memiliki peran penting dalam mendukung pengelolaan hipertensi. Saran: Puskesmas diharapkan dapat melibatkan keluarga dalam program edukasi
dan pendampingan pasien hipertensi, khususnya dalam meningkatkan kemampuan pemecahan masalah, dukungan emosional, dan pengendalian perilaku keluarga. Penelitian selanjutnya disarankan untuk menggunakan desain quasi-eksperimen dan menambahkan variabel lain yang berhubungan dengan kepatuhan berobat.

Item Type: Thesis (Diploma)
Uncontrolled Keywords: fungsi keluarga, kepatuhan berobat, hipertensi, McMaster Model of Family Functioning
Subjects: R Medicine > R Medicine (General)
R Medicine > RC Internal medicine
R Medicine > RT Nursing
Divisions: Skripsi > Fakultas Ilmu Kesehatan > Program Studi Keperawatan
Depositing User: Fitria Nur Indah Hasanah
Date Deposited: 02 Jul 2026 03:59
Last Modified: 02 Jul 2026 03:59
URI: https://repository.unas.ac.id/id/eprint/16836

Actions (login required)

View Item View Item