HUBUNGAN AKTIVITAS FISIK DAN KUALITAS TIDUR DENGAN KEJADIAN HIPERTENSI PADA LANSIA DI POSYANDU MUTIARA DI RW 003 KELURAHAN GANDARIA UTARA JAKARTA SELATAN

Wijayanti, Elmanda Puty (2026) HUBUNGAN AKTIVITAS FISIK DAN KUALITAS TIDUR DENGAN KEJADIAN HIPERTENSI PADA LANSIA DI POSYANDU MUTIARA DI RW 003 KELURAHAN GANDARIA UTARA JAKARTA SELATAN. Diploma thesis, Universitas Nasional.

[thumbnail of COVER.pdf] Text
COVER.pdf

Download (535kB)
[thumbnail of BAB I.pdf] Text
BAB I.pdf

Download (424kB)
[thumbnail of BAB II  .pdf] Text
BAB II .pdf

Download (577kB)
[thumbnail of BAB III.pdf] Text
BAB III.pdf

Download (430kB)
[thumbnail of BAB IV .pdf] Text
BAB IV .pdf

Download (469kB)
[thumbnail of BAB V. .pdf] Text
BAB V. .pdf

Download (367kB)
[thumbnail of LAMPIRAN.pdf] Text
LAMPIRAN.pdf

Download (960kB)

Abstract

Latar Belakang : Hipertensi merupakan salah satu penyakit kronis terbanyak pada lansia dan menjadi faktor risiko utama penyakit kardiovaskular. Di Indonesia, prevalensi hipertensi pada penduduk usia ≥18 tahun berdasarkan pengukuran mencapai 34,1%. Aktivitas fisik rendah dan kualitas tidur buruk termasuk faktor risiko yang dapat dimodifikasi dan berkontribusi pada peningkatan tekanan darah.
Tujuan : Mengetahui hubungan aktivitas fisik dan kualitas tidur dengan kejadian hipertensi pada lansia di Posyandu Mutiara RW 003 Kelurahan Gandaria Utara, Jakarta Selatan.
Metodologi : Penelitian kuantitatif dengan desain cross-sectional. Populasi sekaligus sampel berjumlah 56 lansia (total sampling). Aktivitas fisik diukur menggunakan Global Physical Activity Questionnaire (GPAQ), kualitas tidur menggunakan Pittsburgh Sleep Quality Index (PSQI), dan tekanan darah diukur dengan tensimeter digital. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji Chi-Square dengan tingkat signifikansi 0,05.
Hasil penelitian : Sebagian besar responden memiliki aktivitas fisik berat (55%) dan kualitas tidur baik (51,4%). Distribusi tekanan darah menunjukkan 37,5% responden berada pada kategori normal dan 21,4% pada hipertensi tahap 2. Hasil uji bivariat menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara aktivitas fisik dengan kejadian hipertensi (p-value = 0,001) serta terdapat hubungan yang signifikan antara kualitas tidur dengan kejadian hipertensi (p-value = 0,001) Simpulan : Aktivitas fisik dan kualitas tidur berhubungan signifikan dengan kejadian hipertensi pada lansia. Peningkatan aktivitas fisik teratur dan perbaikan kualitas tidur dapat menjadi strategi nonfarmakologis untuk pencegahan dan pengendalian hipertensi pada lansia.
Saran: Posyandu disarankan memperkuat edukasi dan pendampingan lansia melalui program aktivitas fisik rutin yang aman sesuai kemampuan, edukasi higiene tidur, serta skrining tekanan darah berkala dan konseling gaya hidup untuk menurunkan risiko hipertensi.

Item Type: Thesis (Diploma)
Uncontrolled Keywords: aktivitas fisik, kualitas tidur, hipertensi, lansia
Subjects: R Medicine > R Medicine (General)
R Medicine > RC Internal medicine
R Medicine > RT Nursing
Divisions: Skripsi > Fakultas Ilmu Kesehatan > Program Studi Keperawatan
Depositing User: Fitria Nur Indah Hasanah
Date Deposited: 02 Jul 2026 03:45
Last Modified: 02 Jul 2026 03:45
URI: https://repository.unas.ac.id/id/eprint/16830

Actions (login required)

View Item View Item